Kamis, 24/09/2026
Kamis, 24/09/2026
Pantauan karhutla melalui udara di Kecamatan Muara Kaman. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
Kamis, 24/09/2026

Pantauan karhutla melalui udara di Kecamatan Muara Kaman. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Kaman semakin meluas. Kobaran api yang dipicu oleh terbakarnya lahan gambut dilaporkan terus menjalar hingga hampir mendekati pemukiman warga.
Camat Muara Kaman, Nadi Baswan, menerangkan bahwa kebakaran mulai terjadi pada Rabu (23/9/2026). Angin kencang dan kondisi lahan kering membuat api cepat menjalar.
“Situasi malam tadi api sudah hampir menyebar ke seluruh desa dan berjarak 200 meter dari permukiman warga Puan Cepak. Di daerah Siiran dan Rantau Hempang api sedang besar-besarnya, kami kesulitan menembus lokasi ke karena medannya,” kata Nadi Baswan, Kamis (24/9/2026).
Menghadapi kepungan api, tim gabungan harus bekerja keras, sebab, ekstremnya medan lahan gambut tersebut. Petugas di lapangan dipaksa berjalan kaki menerobos lumpur setinggi lutut hingga sepinggang untuk menjangkau titik api.
Mengingat area yang terbakar sangat luas, pihak kecamatan bersama unsur terkait telah mendirikan sebanyak empat posko darurat di sektor tanjung dan bunga jadi untuk membagi fokus penyelamatan.
“Kalau posisi api masih jauh di dalam gambut, kami hanya bisa memantau arahnya, tapi, begitu api mulai mengepung permukiman warga, tim langsung kami kerahkan untuk menyekat jalur api. Prioritas kami keselamatan warga dan rumah mereka,” tegasnya.
Dalam penanganan karhutla melibatkan warga lokal, relawan Sabin Tulung, Manggala Agni, dan BKSDA. Operasi ini juga didukung oleh armada pemadam dari perusahaan sekitar, seperti PT MKH dan PT SKL.
“Untuk sampai saat ini belum ada laporan mengenai rumah terbakar dan korban jiwa,” ungkapnya.
Ia menyebut bencana besar yang mengepung desa ini tidak lepas aksi pembukaan lahan dengan cara membakar.
“Saya mengimbau dengan keras, sudah, jangan lagi ada yang membuka lahan dengan cara dibakar. Jangan sampai bakar lahan, kalau sudah kacau begini semua warga di 20 desa yang menanggung dampaknya,” tutupnya.
Editor: Erwin
Kamis, 24/09/2026
Pantauan karhutla melalui udara di Kecamatan Muara Kaman. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
TERPOPULER