Minggu, 20/09/2026

Intrusi Air Laut, 1.200 KK di Kelurahan Pendingin Kesulitan Air Bersih

Minggu, 20/09/2026

Ilustrasi krisis air bersih. (Foto: Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Intrusi Air Laut, 1.200 KK di Kelurahan Pendingin Kesulitan Air Bersih

Minggu, 20/09/2026

logo

Ilustrasi krisis air bersih. (Foto: Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Intrusi air laut selama musim kemarau menyebabkan sekitar 1.200 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara (Kukar), kesulitan mendapatkan air bersih layak konsumsi.

Kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut memicu terjadinya fenomena intrusi air laut yang mengubah sumber air utama warga menjadi asin.

Lurah Pendingin, Rahmat Hidayat, mengatakan, wilayah tersebut sangat rentan terhadap intrusi air laut setiap musim kemarau tiba, dampak yang paling dirasakan warga adalah sulitnya memperoleh air bersih.

“Kalau kemarau di wilayah kami memang sering seperti ini asin karena intrusi air laut, kondisi ini jadi persoalan utama untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari seperti memasak, minum dan untuk kebutuhan ibu hamil dan yang baru melahirkan,” kata Rahmat, Minggu (20/9/2026).

Meski air menjadi asin, sejauh ini warga masih memanfaatkan sumber air yang ada khusus untuk aktivitas mandi dan mencuci pakaian. 

Pemerintah kelurahan, kata Rahmat, telah mengupayakan bantuan air bersih dari sejumlah perusahaan lokal. Namun, pendistribusiannya masih terbatas dan terpaksa dilakukan secara bertahap.

“Pihak perusahaan juga membantu pendistribusian air minum, satu orang sebanyak 10 galon, tapi penyalurannya dalam satu bulan hanya sekali dan itu bergiliran untuk dua sampai tiga RT,” ungkapnya.

Selain bantuan dari perusahaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), perkumpulan Bipaksi, para guru, dan Dompet Dhuafa turut menyuplai air bersih dalam dua hari terakhir.

Rahmat berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut, mengingat kebutuhan air bersih warga masih mendesak.

“Dukungan berkelanjutan sangat diperlukan dan kami mendorong beberapa perusahaan yang beroperasi di wilayah Sangasanga juga dapat lebih aktif berkontribusi membantu,” harapnya.

Editor: Erwin

Intrusi Air Laut, 1.200 KK di Kelurahan Pendingin Kesulitan Air Bersih

Minggu, 20/09/2026

Ilustrasi krisis air bersih. (Foto: Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)

Share

Berita Terkait