Kepala Bidang Pelayaran Dishub Kukar, Rakhmadani Hidayat, mengatakan, telah memberikan arahan dengan meminta nakhoda transportasi sungai di Mahakam untuk tetap berhati-hati.
“Kabut asap membuat jarak pandang terbatas, ini yang di khawatirkan dan pengguna transportasi air dapat waspada, perhatikan atribut keselamatan,” kata Rakhmadani Hidayat, Jumat (18/9/2026).
Ia menekankan pentingnya memperhatikan jarak pandang selama berlayar. Jika kabut asap mengganggu pandangan dan membahayakan, para pengguna nakhoda armada disarankan untuk menghentikan perjalanan sementara waktu.
Dishub Kukar mencatat belum ada laporan resmi dari masyarakat mengenai gangguan aktivitas pelayaran akibat jarak pandang. “Saat ini belum ada keluhan, kami masih terus melakukan pantauan,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Dishub Kukar telah menginstruksikan petugas di berbagai dermaga untuk memperketat pemantauan situasi di lapangan. Aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama sebelum armada melakukan perjalanan.
Di sisi lain, kondisi udara di Kukar dilaporkan sudah berada pada level yang mengkhawatirkan. Data dari Puskesmas Loa Ipuh menunjukkan konsentrasi partikel udara PM2,5 menembus angka 298 µg/m³ dan PM10 mencapai 521 µg/m³.
Berdasarkan standar indeks kualitas udara, kedua angka itu masuk dalam kategori berbahaya bagi kesehatan manusia.
Terkait dampak kesehatan udara secara menyeluruh terhadap aktivitas masyarakat, Dishub Kukar menyatakan masih menunggu instruksi dan arahan lebih lanjut dari pemerintah daerah. Namun, masyarakat yang tetap harus beraktivitas di wilayah perairan diminta untuk tidak mengabaikan imbauan keselamatan.
Editor: Erwin