Selasa, 15/09/2026

Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam di Lubang Bekas Tambang Bayur

Selasa, 15/09/2026

Korban dievakuasi usai ditemukan oleh warga. (Adnan Abdul/KoranKaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam di Lubang Bekas Tambang Bayur

Selasa, 15/09/2026

logo

Korban dievakuasi usai ditemukan oleh warga. (Adnan Abdul/KoranKaltim.com)

Penulis: Adnan Abdul

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Seorang anak berusia 7 tahun ditemukan meninggal dunia di kolam yang diduga lubang bekas tambang di kawasan Bayur, Kecamatan Samarinda Utara, Selasa (15/9/2026) malam. 

Informasi yang dihimpun di lapangan, kolam tempat korban tenggelam merupakan bekas aktivitas pertambangan yang beroperasi sekitar tahun 2020-an. Hingga kejadian, lokasi tersebut disebut belum ditutup dan tidak terdapat papan informasi yang melarang warga mandi maupun beraktivitas di sekitar kolam. Sebelum tenggelam, sekitar pukul 16.00 Wita korban terlihat berada di sekitar kolam ketika sejumlah warga sedang mandi. 

Salah seorang saksi Risnawati mengatakan, korban sempat duduk di bagian atas dan melihat warga yang sedang berada di dalam air. “Anak-anak itu duduk di atas melihat kami mandi di sini. Setelah kami naik, kami berdiri lagi di situ. Dia berenang, langsung nyebur di situ,” ujar Risnawat kepada Korankaltim.com saat ditemui di lokasi kejadian. Korban kemudian berenang mendekati sebuah kayu yang berada di dalam kolam. 

Namun, setelah itu Risnawati tidak lagi melihat korban muncul ke permukaan. Sebelum menghilang, korban juga disebut sempat berbicara kepada temannya. Risnawati mengaku masih mendengar korban mengucapkan permintaan maaf. “Dia sempat ngomong sama temannya, ‘dadah, aku minta maaf ya’. Temannya bilang, ‘ah aku nggak mau maafkan’. Sedengar saya sampai situ saja,” tuturnya. 

Menurut Risnawati, warga memang kerap menggunakan kolam tersebut untuk mandi selama musim kemarau. Kondisi itu terjadi karena sebagian warga mengalami kesulitan mendapatkan air di rumah. “Sudah sering, pas mulai kemarau. Musim kemarau saja karena nggak ada air di rumah, jadi mandian kita ke sini,” katanya. 

Pencarian kemudian dilakukan warga secara manual. Helmi, salah seorang warga yang ikut mencari, akhirnya menemukan korban setelah menyelam ke dasar kolam. “Saya terinjak di kaki saya. Saya nyelam di dasar, kemudian teraba kakinya. Posisi telungkup di bawah,” kata Helmi. 

Helmi menyebut korban ditemukan di kedalaman sekitar 2,5 meter. Dasar kolam tidak berlumpur, melainkan berupa pasir. Proses pencarian berlangsung sejak sekitar pukul 16.30 Wita hingga malam. 

“Tidak ada lumpur, pasir saja di bawah. Ketinggiannya sekitar dua meter setengah di dasar tadi,” ucapnya. 

Pamapta III Polresta Samarinda, Aiptu Joko Wahyudi, mengatakan polisi menerima laporan warga mengenai anak tenggelam sekitar pukul 16.30 Wita. Petugas kemudian mendatangi lokasi dan mendapati warga masih melakukan pencarian. “Sudah banyak warga yang berkerumun dan warga juga membantu mencari secara manual. Sekitar pukul 19.17 tadi korban berhasil ditemukan,” kata Joko. 

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumah duka. Joko mengimbau masyarakat, terutama orang tua, meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak berenang di kolam bekas tambang. 

“Kita mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua, agar menjaga anak-anaknya untuk tidak berenang di danau sekitar sini agar tidak terjadi korban selanjutnya,” pungkasnya. 

Editor: Erwin

Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam di Lubang Bekas Tambang Bayur

Selasa, 15/09/2026

Korban dievakuasi usai ditemukan oleh warga. (Adnan Abdul/KoranKaltim.com)

Share

Berita Terkait