Bencana di Desa Kahala Ulu, Empat Rumah Hancur Saat Tanah Bergeser
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Bencana alam berupa pergeseran tanah terjadi di Desa Kahala Ulu, Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara (Kukar) Senin (14/9/2026) malam tadi sekitar pukul 20.15 WITA.
Empat rumah hancur total, membuat 13 jiwa kehilangan tempat tinggal imbas musibah ini.
Kepala Desa Kehala Ulu Muhlam mengatakan, pergerakan tanah sudah terjadi sejak dua hari lalu. Warga yang berada di bantaran anak Sungai Mahakam tersebut juga telah diperingatkan untuk evakuasi mandiri.
"Kami sudah peringatkan warga dan mereka sejak dua hari lalu memang sudah mengevakuasi sebagian harta bendanya, puncak pergeseran tanah terjadi malam ini sekitar pukul 21.15 WITA," kata Muhlam.
Pergerakan tanah terjadi di beberapa titik seperti di wilayah RT05, 06 dan 02. Sementara, proses evakuasi warga secara menyeluruh telah dilakukan usai kejadian ambruknya rumah di RT 05.
"Kami juga datangkan pihak PLN untuk melakukan pengecekan listrik di lokasi rumah yang ambruk itu menghindari warga dari sengatan listrik," ungkapnya.
Usai kejadian beberapa rumah lainnya di wilayah tersebut juga mengalami kerusakan pada bagian belakang sehingga barang-barang didapur terpaksa dipindahkan ke area tengah rumah.
"Rumah saya juga terdampak akibat pergeseran tanah ini pada bagian belakang menurun, untuk barang didapur sudah pindahkan ke ruangan tengah," sebut Muhlam.
Sementara itu penurunan tanah yang terjadi di wilayah tersebut sudah mencapai 50 cm, serta ada beberapa titik retakan dengan ukuran 20 cm. Kini, Pemdes dan RT telah mendirikan posko darurat untuk.warga sekitar.
"Untuk posko sudah berdiri, dari empat KK itu ada warga yang langsung pindah ke rumah keduanya tidak ikut menginap di posko," sebut Muhlam lagi.
Pemdes dan Kecamatan Kenohan dijadwalkan akan melakukan koordinasi kepada jajaran Pemrintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk meninjau lokasi tersebut.
"Validasi warga terdampak di lokasi itu masih berjalan, yang kami khawatirkan rumah warga lainnya akan ikut bergeser karena tanah terus melebar, proses validasi ini dilakukan oleh pihak RT. Untuk korban jiwa nihil," jelasnya.
Pemdes Kehala Ulu mengimbau kepada warga yang bermukim di sepanjang bantaran anak Sungai Mahakam Desa Kehala Ulu untuk tetap meningkatkan kewaspadaannya.
"Warga juga kami imbau untuk segera melapor kalau melihat retakan baru di sekitar rumahnya, ini untuk mengantisipasi agar tak ada korban dalam insiden itu, pergerakan tanah itu sulit untuk diperediksikan pada malam hari," tutup Muhlam.
Editor: Aspian Nur










