Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 17.55 WITA petang. Api yang awalnya membakar semak belukar terus meluas hingga menyisakan jarak sekitar 200 meter dari area bangunan sekolah. Situasi ini membuat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar segera mengambil tindakan cepat.
"Tim sudah ke lokasi kejadian dengan mengerahkan sejumlah armada sebelum merambat lebih jauh ke permukiman, posisi memang dekat dari sekolah," kata Kepala Disdamkar Matan Kukar, Fida Hurasani, Senin (14/9/2026).
Setibanya di lokasi, petugas damkar langsung melakukan lokalisasi dan penyekatan di berbagai titik upaya menahan laju pergerakan api akibat angin kencang agar tidak menyentuh bangunan sekolah.
"Kondisi medan yang sulit dan angin membuat proses pemadaman memakan waktu yang cukup lama," jelasnya.
Tim dilapangan harus berjibaku di lapangan selama lebih dari enam jam untuk menjinakkan si jago merah. Upaya keras tersebut akhirnya membuahkan hasil pada dini hari berikutnya.
"Pemadaman berlangsung mulai pukul 18.42 hingga 01.15 WITA dini hari, api berhasil dikendalikan sebelum merambat lebih jauh hingga ke area sekolah," ujar Fida lagi.
Meski bangunan sekolah berhasil diselamatkan dari amukan api, dampak dari karhutla ini dipastikan menghanguskan lahan terlantar seluas kurang lebih lima hektare di lokasi tersebut. Hingga kini pihak berwenang masih melakukan penyelidikan dan belum mengetahui penyebab pasti yang memicu munculnya titik api di lokasi.
Editor: Aspian Nur