Salat istisqa menjadi ikhtiar bersama masyarakat, aparatur sipil negara (ASN), pelajar, alim ulama hingga jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kukar untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau yang melanda, diimami Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kukar KH Abdul Hanan sekaligus khatib dilanjutkan dengan doa bersama.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir, termasuk Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura H Adji Muhammad Arifin, para alim ulama, guru, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kukar serta seluruh jemaah.
Salat istisqa menurutnya menjadi sarana untuk bersama-sama mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan hati ikhlas dan rendah hati. “Atas nama pemerintah, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang hari ini bisa datang. Kita bersama-sama memohon agar segera diturunkan hujan,” kata Aulia.
Masyarakat diajak menyerahkan segala ikhtiar kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Berkehendak, sembari terus memperbanyak doa agar kemarau segera berakhir. “Kita datang dengan hati yang ikhlas dan rendah hati memohon rida, rahmat dan belas kasihan-Nya. Kiranya melalui sarana salat istisqa ini, Kukar segera diturunkan hujan,” kata Aulia lagi.
Kemarau yang terjadi saat ini merupakan ujian yang harus dihadapi bersama, karena itu ia mengajak masyarakat tidak hanya berdoa saat pelaksanaan salat istisqa, tetapi juga terus memanjatkan doa dalam setiap salat. “Ini ujian bagi kita. Kami mengimbau kita selalu berdoa di setiap salat agar Allah segera menyudahi kemarau,” tuturnya.
Doa dan ikhtiar yang dilakukan bersama diharapkan segera mendapat jawaban dengan turunnya hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat dan wilayah Kukar. “Semoga berkah, hujan segera diturunkan di Kukar dan apa yang kita harapkan bersama segera terlaksana,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur