Peristiwa naas tersebut terjadi pada Senin (31/8/2026). Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi, David dab Aidil terakhir kali terlihat sedang berenang bersama saat kondisi air sungai sedang surut pada pukul 13.30 WITA. Namun, tepat pada pukul 13.45 WITA, David dan Aidil mendadak hilang.
Pihak Mako Damkar Matan Kukar baru menerima laporan resmi kehilangan pada Senin (31/8/2026) malam tadi pukul 21.23 WITA setelah kedua bocah itu tidak kunjung ditemukan oleh warga setempat.
Hingga Selasa (1/9/2026) pagi tadi proses pencarian masih terus berlangsung intensif.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kukar Fida Hurasani langsung mengerahkan Tim Damkar Penyelamatan Kukar ke lokasi kejadian untuk berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait.
"Kami dapat infonya malam dan langsung terjunkan tim dan unit untuk melakukan pencarian," kata Fida, Selasa (1/9/2026).
Tim Rescue gabungan saat ini tengah melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai menggunakan satu unit mobil rescue dan boat politelin. Operasi pencarian ini melibatkan personel gabungan dari Damkar Kukar, Polairud, Basarnas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Redkar, pihak keluarga, serta warga setempat.
"Sampai saat ini pencarian masih belum menemukan titik terang. Untuk lokasi pencarian masih disekitaran lokasi hilangnya dua bocah itu," ungkapnya.
Disdamkar Matan Kukar mengimbau kepada seluruh masyarakat yang melihat atau menemukan tanda-tanda keberadaan David dan Aidil untuk segera melapor ke petugas berwenang terdekat.
"Tim gabungan saat ini masih terus bergerak dan dibagi untuk menyisir lokasi hilangnya kedua anak itu," ucap Fida.
Editor: Aspian Nur