Zulhendri Tinggalkan LPKA Tenggarong, Dat Menda Nahkodai Pembinaan Anak
3 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Tongkat kepemimpinan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Tenggarong resmi berganti.
Itu setelah Zulhendri menyerahkan jabatan Kepala LPKA Kelas II Tenggarong kepada Dat Menda dalam acara serah terima jabatan sekaligus perkenalan pejabat baru di Pendopo Odah Etam Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (1/9/2026).
Serah terima jabatan ditandai dengan penandatanganan dokumen dan penyerahan memori penugasan. Momen tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya tugas Dat Menda memimpin LPKA Kelas II Tenggarong.
Zulhendri menyampaikan dirinya telah menjalankan tugas sebagai Kepala LPKA Kelas II Tenggarong selama kurang lebih 11 bulan. Setelah itu, ia akan melanjutkan perjalanan tugas di wilayah Sumatra dan berharap hubungan dan kerja sama yang selama ini telah terbangun dengan berbagai lembaga tetap terjaga meski dirinya berpindah tempat tugas.
“Harapan kami selama menjabat agar tetap menjaga kerja sama antar lembaga,” kata Zulhendri.
Sementara Dat Menda, mengaku siap beradaptasi dengan lingkungan kerja maupun kehidupan sosial di Kutai Kartanegara. Proses adaptasi penting dilakukan, mulai dari memahami kondisi daerah, cuaca, hingga adat dan lingkungan masyarakat setempat.
Dat Menda juga mengapresiasi berbagai hal yang telah dibangun pejabat sebelumnya. Setelah melihat langsung kondisi LPKA, ia menilai sejumlah program dan fasilitas yang ada sudah berjalan dengan baik.
“Banyak hal yang sudah baik dilakukan pejabat lama, dari segi kebersihan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang ada di LPKA dalam mendukung anak-anak,” ucapnya.
LPKA memiliki tanggung jawab besar karena berhadapan langsung dengan anak-anak yang membutuhkan perhatian dan pembinaan.
Anak yang berada di LPKA sedang berada dalam fase penting kehidupan, yakni masa peralihan dari anak-anak menuju kedewasaan. Karena itu, pembinaan tidak cukup hanya dilakukan dari internal lembaga, tetapi juga membutuhkan dukungan pihak eksternal.
“LPKA adalah tempatnya anak-anak yang masih banyak membutuhkan perhatian. Masa perubahan dari masa anak-anak ke masa belajar sampai masa dewasa, artinya butuh banyak perhatian, baik dari internal maupun eksternal,” jelasnya.
Sementara Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur, Huzaifah Makmur Hidayah meminta pejabat baru segera beradaptasi dan menghadirkan inovasi untuk membawa LPKA Kelas II Tenggarong semakin baik.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah persoalan yang harus menjadi perhatian, termasuk upaya mencegah peredaran narkoba, penggunaan handphone yang tidak semestinya, serta berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan LPKA.
“Harapan saya bapak akan cepat menyesuaikan diri dan memberikan inovasi guna membawa LPKA Kelas II Tenggarong semakin baik,” kata Huzaifah.
Pada kesempatan yang sama, sambutan Bupati Kukar yang dibacakan perwakilan pemerintah daerah menekankan pentingnya peran LPKA dalam proses pembinaan anak yang berhadapan dengan hukum. Pemkab Kukar juga menyampaikan apresiasi kepada Zulhendri atas dedikasi dan kepemimpinannya selama memimpin LPKA Kelas II Tenggarong.
“Terima kasih kami ucapkan atas dedikasi, pengabdian dan kepemimpinan bapak selama kurang lebih di LPKA Kelas II Tenggarong,” ucap bupati yang dibacakan Akhmad Taufik.
Dalam waktu sekitar 11 bulan, Zulhendri dinilai telah menjalankan sejumlah program yang mendorong kemajuan, khususnya dalam pembinaan anak-anak.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi momentum penyegaran organisasi sekaligus menjaga kesinambungan program pembinaan anak di LPKA Kelas II Tenggarong.
“Dengan kepemimpinan baru, LPKA diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta memastikan anak-anak binaan mendapatkan pembinaan yang optimal sebagai bekal kembali ke masyarakat,” tegas Taufik.
Editor: Aspian Nur










