Kukar Kini Punya Mars dan Himne
4 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini memiliki mars dan himne resmi daerah.
Dua karya berjudul “Kutai Tanah Pusaka” sebagai mars dan “Kutai Mulia” sebagai himne tersebut menjadi penanda baru bagi identitas daerah sekaligus simbol pemersatu masyarakat Kukar.
Kedua lagu itu diciptakan langsung oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21 Sultan H Adji Muhammad Arifin. Kehadirannya sekaligus mengisi kekosongan yang selama ini ada, yakni belum adanya lagu resmi yang secara khusus berfungsi sebagai mars dan himne Kabupaten Kukar.
Bagi Sultan, penciptaan kedua lagu tersebut bukan sekadar menghadirkan karya musik untuk kepentingan seremoni. Lebih dari itu, mars dan himne tersebut menjadi upaya menjaga akar budaya sekaligus mempertegas identitas Kukar sebagai daerah yang memiliki sejarah panjang dan erat dengan Kesultanan Kutai Kartanegara.
Sultan mengungkapkan ide menciptakan mars dan himne Kukar semakin intens dikerjakan dalam tiga bulan terakhir.
“Untuk menjaga akar rumput budaya dan sebagai bentuk penguatan bahwa kerajaan tertua ada di Kutai Kartanegara, daerah lain ada lagu mars-nya, masa kita tidak. Jadi dengan bantuan rembukan bersama kawan-kawan kerabat kesultanan, akhirnya kita coba ciptakan lagu mars dan himne Kutai Kartanegara,” kata Sultan kepada Korankaltim.com Selasa (1/9/2026) pagi tadi.
Kedua lagu tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengenalkan sekaligus menanamkan kecintaan terhadap adat, budaya, sejarah, dan jati diri Kukar.
“Semoga generasi etam bisa semakin cinta dengan adat budaya etam sorang dengan sering dinyanyikannya lagu ini di setiap acara-acara resmi,” harap Sultan.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyambut hadirnya mars dan himne tersebut sebagai tonggak baru dalam perjalanan daerah. Aulia mengakui, sejak dahulu Kukar memang belum memiliki mars dan himne yang secara resmi ditetapkan sebagai identitas daerah. Karena itu, pemerintah daerah kemudian memperkuat keberadaan kedua lagu tersebut melalui keputusan bupati.
“Memang harus diakui sejak dulu Kukar belum punya Mars dan Himne. Baru kali ini kita punya dan ini kami ikat dalam surat keputusan bupati,” kata Aulia.
Setelah resmi ditetapkan, Pemkab Kukar selanjutnya terus memperkenalkan kedua lagu tersebut secara luas. Sosialisasi dilakukan di berbagai lingkungan, mulai dari sekolah, kantor pemerintahan, instansi, hingga masyarakat.
Langkah tersebut dinilai penting agar mars dan himne Kukar tidak hanya berkumandang pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar dikenal dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Mars dan himne memiliki pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar identitas seremoni pemerintahan. Didalamnya terdapat pesan tentang persatuan, semangat membangun daerah, serta penghormatan terhadap adat dan budaya yang menjadi pijakan masyarakat Kukar.
“Penyemangat, pemersatu. Bisa dilihat dari setiap liriknya sebagai pengingat Kukar sekarang berdiri di atas tanah Kutai Kartanegara dan kita harus menjunjung tinggi adat istiadat sebagai pemandu kita dalam membangun Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Pesan tersebut tergambar kuat dalam mars “Kutai Tanah Pusaka”. Liriknya mengajak masyarakat untuk menjaga adat dan budaya, menguatkan persaudaraan, bekerja dengan ikhlas, serta membangun daerah secara adil dan merata.
Sementara himne “Kutai Mulia” membawa nuansa yang lebih khidmat. Alunan pesannya menggambarkan rasa syukur atas tanah bertuah di sepanjang Mahakam, sekaligus mengajak masyarakat membangun Kukar bersama dengan niat ibadah dan menjunjung adat serta agama.
Pemkab Kukar berharap kehadiran kedua lagu tersebut mampu menjadi identitas bersama masyarakat. Lebih jauh, mars dan himne itu diharapkan memperkuat keterikatan generasi sekarang dan mendatang terhadap sejarah, adat, serta kebudayaan Kutai.
Dengan sosialisasi yang dilakukan secara luas, “Kutai Tanah Pusaka” dan “Kutai Mulia” diharapkan tidak berhenti sebagai simbol dalam acara resmi.
“Kedua lagu ciptaan Ayahanda Sultan diharapkan tumbuh menjadi lagu yang menyatukan masyarakat, membangkitkan kebanggaan sebagai urang Kutai, sekaligus menyulut semangat bersama membangun Kutai Kartanegara,” harap Aulia.
Berikut lirik lagi Mars dan Himne Kutai Kartanegara :
Mars Kutai Kartanegara
“Kutai Tanah Pusaka”
Ciptaan: Sultan Kutai Kartanegara Ing Martapura ke-21, Sultan Aji Muhammad Arifin
Kepalkan tangan, tegakkan wajah.
Berjanji berikrar untuk setia.
Menjaga teguh adat budaya.
Di Negeri Tuah Himba.
Asah pikiran, asih sesama.
Berdoa beramal, ikhlas bekerja.
Makmurkan kampong adil merata.
Berkah dan sejahtera.
Kutai Tanah Pusaka…
Kutai Tanah Pusaka…
Negeri Tuah Himba…
Inilah kami, urang Kutai bersuara.
Inilah kami, Kutai Kartanegara Jagau!
Kutai Kartanegara Jagau!
Kutai Kartanegara Jagau!
Kutai Tanah Pusaka…
Kutai Tanah Pusaka…
*
Himne Kutai Kartanegara:
“Kutai Mulia”
Ciptaan: Sultan Kutai Kartanegara Ing Martapura ke-21, Sultan Aji Muhammad Arifin
Sepanjang Mahakam, mengalir Rahmat Tuhan.
Bagi Tanah Bertuah, cahaya di Timur Kalimantan.
Lestari sentausa, rakat rukun sesama.
Junjung adat agama, mulia Kutai Kartanegara…
Membangun bersama, niatkan tuk ibadah.
Tuhan mohon limpahkan, kasih sayang abadi.
Mulia Kutai Kartanegara…
Mulia Kutai Kartanegara…
Editor: Aspian Nur










