Komunitas yang menamakan diri Emak Gulik Gaje tersebut menggelar berbagai perlombaan rakyat yang melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia. Bukan sekadar hiburan, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan warga sekaligus menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan.
Kegiatan berlangsung dua hari Sabtu-Minggu (29-30/8/2026), di halaman SDN 006 Loa Tebu. Gelaran tersebut terlaksana berkat dukungan sponsor dari berbagai pihak di Kelurahan Loa Tebu.
Perwakilan Emak Gulik Gaje, Risa Rosiyana, mengatakan kegiatan tersebut diinisiasi sebagai bentuk partisipasi warga dalam menyemarakkan peringatan kemerdekaan.
“Berkat dukungan sponsor dari berbagai pihak di Kelurahan Loa Tebu, kami menginisiasi berbagai macam lomba untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI,” kata Risa kepada korankaltim.com, Senin (32/8/2026).
Antusiasme warga terlihat dari jumlah peserta yang mencapai ratusan orang. Untuk kategori anak-anak tercatat sebanyak 50 peserta, sementara kategori dewasa perempuan diikuti 40 peserta, lansia 25 peserta dan dewasa pria 30 peserta.
Beragam permainan khas perayaan kemerdekaan pun disiapkan. Untuk kategori anak-anak, peserta ditantang mengikuti lomba memasukkan paku ke dalam botol, membawa kelereng menggunakan sendok, bermain kelereng, lomba yes or no, hingga estafet karet gelang.
Keseruan juga berlanjut pada kategori dewasa. Peserta laki-laki mengikuti lomba main kelereng, joget balon berpasangan, serta estafet tepung. Sementara peserta perempuan beradu ketangkasan melalui lomba main kelereng, joget balon berpasangan, lari sarung berpasangan, dan estafet tepung.
Tak kalah menarik, kelompok lansia juga ikut ambil bagian. Mereka mengikuti sejumlah permainan yang menguji ketangkasan sekaligus mengundang gelak tawa, seperti memasukkan benang ke dalam jarum, estafet tepung, makan pisang berpasangan, main kelereng, dan joget balon berpasangan.
Menurut Risa, keterlibatan peserta dari anak-anak hingga lansia menjadi salah satu hal yang membuat kegiatan tersebut terasa istimewa. Permainan sederhana justru mampu mempertemukan berbagai generasi dalam suasana penuh keakraban.
Semangat kompetisi pun berpadu dengan canda tawa warga. Lapangan sekolah yang menjadi lokasi kegiatan berubah menjadi ruang kebersamaan, tempat anak-anak, orang dewasa hingga para lansia menikmati suasana kemerdekaan dengan cara yang sederhana namun meriah.
Kegiatan yang digagas Emak Gulik Gaje ini sekaligus menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan melalui berbagai cara. “Permainan tradisional, kebersamaan warga, serta dukungan masyarakat menjadi warna tersendiri dalam memeriahkan HUT ke-81 RI di Kelurahan Loa Tebu,” ungkapnya.
Bagi Emak Gulik Gaje, kelereng dan berbagai permainan rakyat bukan hanya soal menang atau kalah. “Di balik keseruannya, tersimpan semangat kebersamaan, sportivitas dan kegembiraan yang menjadi bagian penting dari perayaan kemerdekaan,” tutup Risa.
Editor: Aspian Nur