Pergi Jual Udang, Suami di Anggana Kaget Istri Hilang dari Pondok
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Seorang ibu rumah tangga (IRT), I Siteng (52), dilaporkan hilang secara misterius dari pondoknya di kawasan Tanjung Harapan, RT 14, Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (29/8/2026).
Hingga Minggu (30/8/2026), keberadaan I Siteng belum diketahui. Pemerintah Desa Sepatin telah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Anggana pada Minggu sekitar pukul 09.00 Wita.
Sekretaris Desa Sepatin, Suardi, mengatakan laporan dibuat setelah pihak keluarga tidak mengetahui keberadaan korban sejak Sabtu siang.
Peristiwa itu bermula sekitar pukul 11.00 Wita. Saat itu, suami korban, Ambo Gau, berpamitan meninggalkan pondok untuk menjual udang ke kawasan Tanjung Berukang, perairan Sungai Sepatin.
Sekitar pukul 14.00 Wita, Ambo Gau kembali ke pondok. Namun, ia mendapati istrinya sudah tidak berada di tempat.
Sejak saat itu, suami berupaya mencari keberadaan istrinya. Namun, hingga laporan dibuat, korban belum ditemukan.
“Suami I ini sempat melakukan pencarian mandiri dengan menyusuri tanggul empang sambil memanggil nama istrinya, tetapi tidak mendapatkan jawaban,” kata Suardi, Minggu (30/8/2026).
Lantaran tidak mendapatkan tanda-tanda keberadaannya, sang suaminya langsung melaporkan kejadian ke ketua RT setempat untuk meminta bantuan warga.
Hingga saat ini, proses pencarian di area darat masih dilakukan secara mandiri oleh masyarakat setempat.
“Kami dari pemerintah desa juga terus berkoordinasi secara intensif dengan Polsek Anggana dan berencana menerjunkan tim pencarian yang lebih besar pada keesokan hari untuk memperluas jangkauan penyisiran,” ungkapnya.
Selain pihak kepolisian, Pemdes Sepatin juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Satpolairud, BPBD dan Damkar Matam Kukar untuk membantu proses pencarian.
Hilangnya I Siteng memunculkan sejumlah dugaan di tengah masyarakat. Namun, hingga kini belum ada informasi yang dapat memastikan penyebab hilangnya korban.
Sejumlah warga bahkan mengaitkan kejadian tersebut dengan mitos setempat. Di sisi lain, dugaan seperti penculikan hingga serangan binatang buas, termasuk buaya, juga sempat muncul.
Meski demikian, Suardi menyebut belum ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada dugaan penculikan.
“Kalau ada penculikan, korban dipastikan akan memberikan perlawanan yang meninggalkan bekas. Kami sudah cari jejak-jejak yang dicurigai itu, tetapi tidak ada tanda-tanda,” jelasnya.
Masyarakat yang melihat atau memiliki informasi mengenai keberadaan I Siteng imbau segera melapor kepada Polsek Anggana, keluarga korban atau Pemerintah Desa Sepatin.
Adapun ciri-ciri korban, yakni tinggi badan sekitar 155 sentimeter, berat badan sekitar 50 kilogram, kulit sawo matang, rambut hitam beruban, dan perawakan sedang.
Editor: Erwin










