Ketiga benda pusaka tersebut terdiri dari Tri Sula, Kujang, dan Parang Tator. Peluncuran itu menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan keberadaan benda pusaka dan warisan budaya kepada masyarakat.
Kegiatan diprakarsai oleh M Alif Turiadi, selaku pendiri Lamin 1001 Mandau. Sekitar 130 orang hadir dalam kegiatan yang turut melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta masyarakat umum dan Forkopimca Loa Kulu.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pertunjukan tari budaya dan doa. Puncak kegiatan ditandai dengan peresmian tiga benda pusaka dan pemotongan pita oleh M. Alif Turiadi.
Alif Turiadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, keberadaan Lamin 1001 Mandau dan peluncuran benda-benda pusaka tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan serta menjaga warisan budaya daerah.
“Selaku pendiri Lamin 1001 Mandau, kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang telah mendukung sepenuhnya kegiatan ini,” jelas Alif Turiadi.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya memperkenalkan dan melestarikan budaya serta warisan daerah Kutai Kartanegara.
Keberadaan tiga benda pusaka berukuran besar itu pun diharapkan dapat meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kekayaan budaya dan sejarah yang ada di daerah.
“Dengan diluncurkannya Tri Sula, Kujang, dan Parang Tator, Lamin 1001 Mandau kembali menegaskan peran budaya sebagai bagian penting dalam memperkenalkan identitas dan warisan daerah kepada masyarakat luas,” tegas Alif Turiadi.
Editor: Erwin