Salat istisqa digelar sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan sekaligus keberkahan bagi masyarakat dan wilayah Kukar.
Dandim 0906/Kukar Letkol Arm Benny Budiman mengatakan, salat istisqa menjadi momentum untuk bersama-sama memohon pertolongan Allah SWT di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.
“Kita bermunajat kepada Allah SWT memohon hujan dan keberkahan bagi Kutai Kartanegara,” kata Benny kepada Korankaltim.com.
Menurutnya, hujan sangat dibutuhkan untuk menjaga ketersediaan air, mengatasi kekeringan, serta membantu mengurangi potensi karhutla.
Benny berharap pelaksanaan salat istisqa tidak hanya dilakukan di tingkat Kodim, tetapi juga diikuti seluruh jajaran Koramil yang tersebar di wilayah Kukar.
“Saya berharap upaya ikhtiar ini juga bisa diikuti oleh seluruh Koramil yang tersebar di Kukar,” ucapnya.
Menurut Benny, semakin banyak masyarakat yang bersama-sama berdoa dan bermunajat, diharapkan semakin kuat pula semangat kebersamaan dalam menghadapi kemarau panjang.
Di sisi lain, ikhtiar spiritual tersebut juga perlu berjalan beriringan dengan langkah nyata. Kewaspadaan terhadap potensi karhutla, penghematan penggunaan air dan kepedulian terhadap kondisi lingkungan tetap menjadi bagian penting dalam menghadapi musim kering.
Salat istisqa di Makodim 0906/Kukar pun menjadi pengingat di tengah keterbatasan manusia menghadapi perubahan cuaca, masih ada ruang untuk mengetuk pintu langit melalui doa.
Kini, setelah doa dipanjatkan, harapan masyarakat Kukar tertuju pada satu hal yakni semoga hujan segera turun, membasahi bumi yang kering, memadamkan titik-titik api, menghidupkan kembali sumber air dan menghadirkan keberkahan bagi seluruh masyarakat Kukar.
“Harapannya kebakaran hutan ini tidak meluas lagi, kita segera berhenti dengan adanya turun hujan,” tutupnya.
Editor: Erwin