Kabut Asap Meningkat, Sekolah di Kukar Tunggu Kebijakan Pembelajaran
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti wilayah Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Merespons hal tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar meningkatkan pemantauan lingkungan satuan pendidikan. Seluruh sekolah diminta melaporkan kondisi lingkungan secara berkala melalui tautan khusus sebagai bahan evaluasi untuk menentukan kebijakan pembelajaran ke depan.
Hingga Sabtu (29/8/2026), kegiatan belajar mengajar di Kecamatan Tenggarong masih berlangsung normal secara tatap muka. Namun, kondisi berbeda dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah hulu, seperti Kecamatan Tabang dan Kembang Janggut, yang terdampak kabut asap lebih parah.
Kepala SMPN 1 Tenggarong, Imam Husaini, mengatakan sekolahnya telah mengirimkan laporan pemantauan kepada Disdikbud Kukar.
Menurutnya, laporan tersebut memuat sejumlah kondisi, mulai dari jarak sumber kebakaran dengan sekolah, dampak kabut asap terhadap siswa, hingga langkah antisipasi yang dilakukan pihak sekolah.
“Untuk wilayah Tenggarong, kebakaran lahan masih jauh, tapi asap memang sudah terlihat di langit. Kami masih menunggu instruksi resmi dari dinas terkait kebijakan belajar dari rumah,” ujar Imam, Minggu (30/8/2026).
Sebagai langkah awal, SMPN 1 Tenggarong mengimbau siswa mengurangi aktivitas luar ruangan. Orang tua juga diminta membekali anak dengan masker, payung, dan vitamin.
Kata dia, sejauh ini, belum ada keluhan kesehatan dari para siswa-siswi SMPN 1 Tenggarong.
“Belum ada keluhan sesak nafas dari siswa kami, kami juga sudah ambil langkah agar mereka dapat membeli masker sendiri,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 3 Tenggarong, Sariani, menegaskan kebijakan strategis seperti pembelajaran jarak jauh atau online serta pengadaan masker harus menggunakan dana BOS serta menunggu instruksi Disdikbud.
“Hari ini kabut asap memang tampak parah dan langit mulai tertutup. Kami terus mengisi tautan pelaporan ke dinas kondisi riil bagian wilayah sekolah,” jelas Sariani.
Ia menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Puskesmas setempat jika situasi memburuk.
Keputusan resmi dari Disdikbud Kukar terkait kebijakan proses belajar mengajar diperkirakan akan dirilis pada awal pekan ini, menyesuaikan tingkat kepekatan asap di masing-masing kecamatan.
“Kami belum dapatkan hasilnya, kemungkinan secepatnya akan di informasikan oleh Disdikbud Kukar,” pungkasnya.
Editor: Erwin







