Pemkab Kukar Sarankan Semua Kecamatan Gelar Salat Istisqa
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis : Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM,TENGGARONG — Kemarau panjang yang melanda mendorong jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kutai Kartanegara bersama masyarakat melakukan ikhtiar spiritual dengan menggelar salat istisqa atau salat meminta hujan di halaman Mapolres Kukar Tenggarong Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan di wilayah Kukar, sekaligus menjadi momentum memperkuat kepedulian seluruh elemen terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kondisi kemarau.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono mengatakan, salat istisqa merupakan bentuk ikhtiar yang dilakukan pemerintah bersama unsur terkait di tengah kondisi cuaca yang kering.
“Forkopimda, didampingi oleh Polres Kukar, telah menginisiasi kegiatan salat istisqa. Mudah-mudahan ikhtiar ini juga dilakukan oleh teman-teman dari Kodim dan insya Allah nanti juga akan dilakukan oleh unsur pemerintah daerah, dalam hal ini Bapak Bupati,” kata Sunggono.
Ikhtiar tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan salat istisqa di tingkat kabupaten. Pemerintah daerah akan mendorong agar kegiatan serupa juga dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kukar. “Kami akan sarankan dilaksanakan di semua kecamatan,” tegasnya.
Doa dan ikhtiar tersebut akan terus dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Ia berharap permohonan masyarakat Kukar mendapat ijabah dari Allah SWT sehingga hujan segera turun dan kondisi kemarau dapat berakhir.
“Beberapa hari ke depan kita terus berikhtiar, memohon doa kepada Allah SWT. Mudah-mudahan ikhtiar kita melalui salat istisqa ini diijabah dan tentunya hujan segera turun di Kukar,” ucapnya.
“Alhamdulillah hari ini kami melaksanakan salat istisqa di Lapangan Polres Kukar. Adapun maksud kita melaksanakan ini adalah berikhtiar secara spiritual kepada Allah SWT, kita berdoa kepada Allah untuk bisa menurunkan hujan di Kukar,” kata Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar Kondisi kemarau panjang menjadi perhatian bersama.
Fenomena El Nino yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia turut meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan. Karena itu penanganan dampak kemarau tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja.
Dibutuhkan keterlibatan TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait hingga masyarakat. “Harapan kami, selain dari Polres Kukar, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat serta seluruh instansi yang terkait, kita sama-sama berusaha dan berjuang,” sebutnya.
Upaya ini lanjut Khairul, tidak hanya dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, tetapi juga mempercepat penanganan apabila kebakaran terjadi di sejumlah wilayah Kukar.
Turunnya hujan dinilai sangat dibutuhkan untuk membantu mengatasi kondisi kekeringan sekaligus memadamkan titik-titik api yang masih muncul. “Harapannya dengan kegiatan hari ini, mudah-mudahan Allah SWT segera bisa memberikan hujan khususnya di Kukar. Mudah-mudahan dengan adanya salat ini bisa segera turun hujan dan bisa memadamkan semua api yang ada di Kukar,” ucapnya.
“Dari hari ini juga, alhamdulillah kita bisa berkumpul bersama dengan Forkopimda dan seluruh lapisan masyarakat. Kita bisa berdoa di sini, di Lapangan Polres Kukar. Di tengah ancaman kemarau dan karhutla, doa dan ikhtiar menjadi harapan bersama.
Pemerintah daerah, aparat serta masyarakat Kukar kini berharap segera turunnya hujan yang diharapkan mampu mengakhiri kemarau sekaligus meredam ancaman kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah," tutup Khairul.










