Sekitar 650 peserta dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam kegiatan ini dan tidak hanya berasal dari Pulau Kalimantan tetapi juga datang dari Sumatra, Bali, Jawa hingga Sulawesi. Bupati Kukar Aulia Rahman Basri diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono membuka acara ini yang disaksikan Sultan ke-21 Kutai Kartanegara Ing Martadipura Adji Muhammad Arifin, Kasatlantas Polres Kukar, perwakilan Kodim 0906/Kukar, Pembina Tim Balap Arjuna Rudi Suryadinata, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, perwakilan IMI Kukar serta sejumlah tamu undangan. Ketua Panitia Penyelenggara Cakar Arjuna ke-3, Hermansyah mengatakan, tahun ini penyelenggara menghadirkan konsep yang lebih beragam. Jika pada pelaksanaan sebelumnya fokus utama berada pada kelas adventure, kali ini menggabungkan kelas rally dan adventure.
“Pesertanya hampir dari seluruh Indonesia. Dari Pulau Kalimantan sudah mengirimkan wakilnya, bahkan ada yang terjauh dari Sumatra, Bali, Jawa dan Sulawesi,” kata Hermansyah kepada awak media.
Kegiatan tersebut bukan semata-mata ajang adu kemampuan para rider namun juga dirancang sebagai sarana untuk mengeksplorasi sekaligus memperkenalkan destinasi wisata alam di Kukar. Peserta menjajal rute sekitar 50 kilometer yang mengambil titik awal dari kawasan Grand Elty, kemudian bergerak menuju arah Kilometer 5 poros Tenggarong–Samarinda, berlanjut ke sejumlah jalur desa hingga Desa Sumbersari, Kecamatan Loa Kulu.
Perjalanan tersebut kemudian ditutup di Puncak Bukit Biru, yang menjadi lokasi finis seluruh kelas yang dipertandingkan. “Fokusnya tetap mengeksplorasi daerah dan objek yang bisa diangkat wisata nya. Tahun ini khususnya di kawasan Bukit Biru Tenggarong dan Desa Sumbersari, Kecamatan Loa Kulu,” jelas Hermansyah.
Tak berhenti di lintasan adventure dan rally, penyelenggara juga menghadirkan tantangan baru yang disebut Power to Power Tanjakan Arjuna. Konsep ini menjadi salah satu daya tarik baru Cakar Arjuna tahun ini. Para peserta yang berhasil melewati jalur utama akan kembali ditantang menaklukkan tanjakan dalam format adu kecepatan. Konsep tersebut menyerupai drag race, tetapi dilakukan di lintasan menanjak. “Kalau drag menanjak itu sudah populer di Pulau Jawa, tetapi kalau di Kalimantan baru hari ini kita laksanakan Power to Power,” sebutnya.
Diharapkan konsep tersebut dapat menjadi agenda reguler pada penyelenggaraan berikutnya. Selain memperkuat kompetisi otomotif, kegiatan itu juga diharapkan membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan klub-klub otomotif di Kukar dan daerah lainnya. Sementara Sunggono mengapresiasi pelaksanaan Cakar Arjuna ke-3.
“Ini event yang menurut saya luar biasa karena diikuti oleh para penggemar rider dari seluruh Indonesia. Bahkan yang terjauh tadi dari Lampung bisa berkumpul di sini,” ujar Sunggono. Ia berharap Cakar Arjuna tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu menjadi etalase untuk memperkenalkan kekayaan alam dan potensi wisata Kukar kepada masyarakat luas.
Dengan perpaduan olahraga, komunitas dan eksplorasi alam, Cakar Arjuna ke-3 diharapkan menjadi salah satu agenda yang mampu mengangkat nama Kukar melalui jalur pariwisata berbasis otomotif, sekaligus membuka semakin banyak destinasi alam Kukar untuk dikenal wisatawan dari berbagai penjuru Indonesia.
“Mudah-mudahan sebagaimana harapan bupati, kegiatan ini benar-benar bisa memperkenalkan Kartanegara dan menunjukkan kepada dunia, khususnya teman-teman di Indonesia, bahwa kita memiliki potensi terutama alam yang indah untuk bisa dilewati dalam event Cakar Arjuna tahun ini,” ujar Sunggono
Editor: Aspian Nur