Kondisi ini mulai mengancam stamina dan kesehatan fisik tim gabungan yang masih berjibaku memadamkan api. Dukungan kesehatan penting diberikan untuk menjaga kondisi personel selama proses pemadaman berlangsung.
Kondisi di lapangan semakin berat akibat cuaca kering yang dipengaruhi fenomena El Nino. Terik matahari dan angin kencang membuat api sewaktu-waktu kembali membesar dan menyulitkan proses pemadaman.
Kepala Disdamkarmatan Kukar Fida Hurasani mengatakan dukungan sektor kesehatan perlu diperkuat dan dilakukan secara langsung di lokasi kebakaran.
“Kita sudah turun untuk membantu pemadaman di semua titik api bersama tim gabungan lainnya. Harapan adanya bantuan kesehatan untuk personel juga diperlukan, karena ini bukan hanya tentang Damkar, melainkan menyangkut keselamatan para tim pemadam kebakaran,” kata Fida Hurasani, Jumat (28/8/2026).
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kukar Abdal mengungkapkan, seorang anggota sempat mengalami sesak napas saat memadamkan api di Kelurahan Pendingin.
Untuk mengantisipasi kelelahan, BPBD Kukar menerapkan sistem kerja bergilir dengan mengerahkan maksimal 30 personel sesuai skala prioritas wilayah.
“Untuk menjaga stamina merotasi tim. Nantinya tim yang bertugas di lapangan selama tujuh hari wajib istirahat 1×24 jam. Kalau ada kekosongan personel di kantor, kami meminta bantuan kelompok relawan dari Tenggarong dan Tenggarong Seberang untuk ikut siaga,” ungkap Abdal.
Selain masalah stamina, pemenuhan Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas belum maksimal. Ketersediaan masker khusus filter asap masih menjadi kendala di lapangan.
Abdal mengkhawatirkan kondisi kering yang berkepanjangan dapat membuat APD yang digunakan petugas lebih cepat rusak dan mengalami penurunan standar keamanan.
Di sisi lain, keterbatasan personel membuat BPBD Kukar belum dapat menempatkan unit ambulans di lokasi karhutla. Sebagai solusi, koordinasi dilakukan bersama relawan lokal dan pemerintah setempat untuk memastikan kesiapsiagaan di setiap titik kebakaran.
Meski proses pemadaman kerap berlangsung hingga dini hari, BPBD Kukar memastikan personel masih mampu menjalankan tugas di lapangan.
“Api masih ada, sementara tim masih bertahan di lapangan. Hingga saat ini belum ada yang tumbang karena kelelahan saat ini,” tutupnya.
Editor: Erwin