10 Hektare Lahan TPA Loa Duri Ilir Terbakar, Api Padam Setelah Tujuh Jam
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Sedikitnya 10 hektare lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Dusun Putak RT 17, Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terbakar pada Kamis (27/8/2026).
Kebakaran terjadi sekitar pukul 18.00 Wita. Api diduga berasal dari sisa pembakaran sampah yang kemudian merembet dengan cepat akibat kondisi lahan yang kering. Kobaran api pun meluas hingga membakar area lahan di sekitar TPA.
“Ada 10 hektare lahan terbakar. Untuk dugaan api berasal dari pembakaran sampah,” kata Kapolsek Loa Janan AKP Abdillah Dalimunthe, Jumat (28/8/2026).
Ia mengatakan, agar api tidak meluas dan semakin membesar, Polsek bersinergi dengan Koramil, Kepala Desa Loa Duri Ilir Fahri Hamzah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta relawan Damba dan Kamseku untuk melokalisir pergerakan api.
“Kami langsung serentak bergerak untuk memblokir pergerakan api karena lahan yang terbakar sudah sangat luas,” sebutnya.
Dengan dukungan tiga unit mobil pemadam kebakaran dan dua unit water tank milik PT Bama, petugas saling bahu-membahu menyemprotkan air ke titik api utama. Setelah api pokok mereda, petugas melanjutkan dengan proses pendinginan area secara menyeluruh guna mengantisipasi adanya bara api yang tersembunyi di bawah tumpukan sampah atau lahan.
“Kobaran api berhasil dikendalikan secara total pada Jumat (28/8/2026) sekira pukul 01.00 Wita. Kurang lebih tujuh jam proses pemadamannya,” ungkapnya.
Saat ini, situasi telah dipastikan aman dan api sudah padam. Meski demikian, tiga unit mobil damkar tetap disiagakan di lokasi sebagai langkah antisipasi dini.
AKP Abdillah menegaskan, patroli di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan akan terus ditingkatkan. Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Untuk masyarakat kami ingatkan agar tidak membakar sampah dan membuka lahan dengan cara dibakar, saat ini kondisi cuaca kering,” tutupnya.
Editor: Erwin










