Langkah tersebut tetap dilakukan meski hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan belum menemukan indikasi pada sejumlah parameter yang diuji. Dari lima parameter yang direncanakan, baru tiga yang dapat diperiksa dan seluruhnya dinyatakan negatif.
Kepala Dinkes Kukar Ismi Mufiddah mengatakan, pemeriksaan dilakukan Laboratorium Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur. Namun, keterbatasan peralatan membuat dua parameter lainnya belum dapat diuji.
“Untuk hasil pengujian lima parameter itu sudah keluar ada tiga yang dinyatakan negatif, dua parameter lainnya tidak dapat diuji di tingkat provinsi karena keterbatasan alat,” kata Ismi Mufiddah, Kamis (27/8/2026).
Dinkes sempat berencana mengirim sisa sampel ke laboratorium pusat yang memiliki fasilitas lebih lengkap. Namun, rencana tersebut batal terlaksana karena volume sampel makanan yang tersisa sudah tidak mencukupi untuk pengujian ulang.
Ditekannya, meski belum diketahuinya jenis bakteri atau racun secara pasti bukan berarti kasus ini selesai.
“Kami tetap berpijak pada fakta klinis di lapangan. Sejumlah pasien datang ke fasilitas kesehatan dengan gejala yang sama yakni keracunan makanan setelah mengonsumsi hidangan itu,” ucapnya.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Kukar meningkatkan pengawasan terhadap SPPG di Sebulu. Tim dari puskesmas akan melakukan pemeriksaan secara rutin untuk memastikan standar sanitasi dan pengelolaan lingkungan terpenuhi.
Ismi mengatakan, pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap makanan, tetapi juga mencakup prosedur sanitasi serta kelayakan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sebelum proses memasak dimulai.
“Kami akan perketat pemantauan di SPPG di Sebulu,” tegasnya.
Pihaknya juga akan menyerahkan seluruh temuan dan rekomendasi di lapangan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Kukar untuk segera ditindaklanjuti.
Sementara itu, Camat Sebulu, Edy Fahruddin menegaskan dalam hal pengawasan, pihak kecamatan hanya bersifat memfasilitasi.
Ia juga menyampaikan perkembangan positif terkait penanganan para korban. Berdasarkan pemantauan medis, kondisi puluhan seluruh pasien yang terdampak keracunan dilaporkan terus membaik dan stabil tanpa adanya keluhan lanjutan.
“Alhamdulillah, hingga saat ini situasi terpantau kondusif dan tidak ada laporan lanjutan dari warga terkait permasalahan yang terjadi kemarin,” tutupnya.
Editor: Erwin