Kondisi tersebut mulai terjadi sejak Selasa (25/8/2026) dini hari kemarin sekitar pukul 03.00 WITA. Berdasarkan pemantauan, kadar intrusi air laut mencapai 3.600 ppm, sehingga air baku yang masuk ke instalasi tidak memenuhi kondisi yang diperlukan untuk proses pengolahan.
Peninjauan langsung dilakukan di IPA Cabang Anggana untuk memastikan kondisi terkini instalasi sekaligus mengevaluasi langkah penanganan yang diperlukan. Penghentian operasional dilakukan sebagai upaya menjaga kualitas air yang nantinya didistribusikan kepada pelanggan.
Sebagai langkah darurat, Perumda Tirta Mahakam menyiapkan dropping air bersih menggunakan mobil tangki dari Cabang Loa Janan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah pelayanan Cabang Anggana.
Pendistribusian air bersih dilakukan secara bergilir dengan menyesuaikan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Perumda Tirta Mahakam memastikan pelayanan air bersih tetap berjalan di tengah gangguan akibat tingginya intrusi air laut.
Perumda Tirta Mahakam mengimbau masyarakat dan pelanggan di wilayah Cabang Anggana untuk memahami kondisi tersebut serta bersabar selama proses penanganan berlangsung.
“Perumda Tirta Mahakam tetap berkomitmen memberikan pelayanan dan memastikan kebutuhan air bersih pelanggan dapat terpenuhi,” kata Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam Suparno didampingi Asisten Manajer Humas dan Protokol Henry Susanto kepada Korankaltim.com, Kamis (27/8/2026).
Perumda Tirta Mahakam berharap kondisi intrusi air laut segera kembali normal sehingga IPA Cabang Anggana dan Cabang Sanga-Sanga dapat kembali beroperasi secara normal. Dengan demikian, pelayanan air bersih kepada masyarakat diharapkan dapat kembali diberikan secara optimal.
Perumda Tirta Mahakam juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama penghentian sementara operasional IPA. Masyarakat diharapkan terus mendukung proses penanganan hingga kondisi pelayanan kembali normal. “Ikhtiar dilakukan sembari berdoa memohon kepada Allah semoga segera diturunkan hujan sehingga bisa menetralisasi bersih terutama air laut yang masuk ke sungai Mahakam paling tidak dengan adanya hujan di wilayah ulu ini juga akan mengurangi kadar garam yang nantinya bisa kami operasikan sebagai standar air baku di Cabang Anggana. Kami pahami tingginya intrusi air laut di Cabang Sangasanga dan Anggana maka mati total dan mohon seluruh pelanggan bersabar dan semoga intrusi air laut ini normal kembali dan kita bisa beroperasi kembali,” harap Suparno.
Editor: Aspian Nur