Komandan Kodim (Dandim) 0906/Kutai Kartanegara, Letkol Arm Benny Budiman menyebut keberadaan jembatan tersebut tidak sekadar memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga berpotensi menjadi pembangkit perekonomian masyarakat.
Akses infrastruktur yang semakin baik akan memberikan dampak langsung terhadap mobilitas warga, khususnya dalam memperlancar distribusi berbagai hasil usaha masyarakat.
“Jembatan ini diharapkan tidak hanya menjadi akses penghubung bagi masyarakat, tetapi juga mampu mendorong aktivitas ekonomi warga. Ketika akses semakin mudah, distribusi hasil pertanian dan perikanan juga akan semakin lancar,” kata Benny kepada Korankaltim.com, Rabu (26/8/2026) pagi ini.
Jembatan yang memiliki bentang utama beton berukuran 6 x 5 meter tersebut dibangun untuk mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus membuka akses yang lebih efektif bagi aktivitas perekonomian di kawasan tersebut.
Pemantauan akan terus dilakukan terhadap proses pembangunan jembatan. Dengan menyisakan sekitar 10 persen pekerjaan, diharapkan seluruh tahapan dapat dirampungkan sesuai target dengan tetap mengedepankan kualitas dan standar keselamatan.
“Kami akan terus melakukan pengawasan dan pendampingan agar sisa pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu serta sesuai standar mutu yang telah ditentukan,” tegas Benny.
Percepatan pembangunan juga terus dilakukan bersama masyarakat. Babinsa Kelurahan Muara Kembang, Sertu Anis Prawoto mengatakan pekerjaan kini difokuskan pada penyelesaian struktur bagian atas, pengecoran bagian buk dan pembatas jembatan, serta pemasangan sejumlah fasilitas pelengkap.
“Bersama masyarakat, kami terus melakukan percepatan di sisa pekerjaan. Saat ini fokus pada penyelesaian struktur atas, pengecoran buk dan pembatas jembatan serta pemasangan fasilitas pelengkap lainnya,” kata Anis.
Tak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, jembatan yang didominasi warna merah putih tersebut juga diproyeksikan menjadi ikon baru di kawasan pesisir Muara Jawa.
Keberadaan jembatan diharapkan memberi efek berantai terhadap sektor ekonomi dan pariwisata. Mobilitas warga menjadi lebih mudah, sementara hasil pertanian dan perikanan dapat diangkut dengan lebih cepat menuju pasar.
Dengan progres yang telah mendekati 90 persen, Jembatan Beton Merah Putih Muara Kembang kini tinggal menuntaskan tahap akhir. “Jika rampung sesuai target, jembatan ini diharapkan bukan hanya membuka akses, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat,” harap Anis.
Editor: Aspian Nur