Tradisi yang telah berlangsung sejak 2016 itu kembali digelar sebagai wujud syukur atas limpahan rezeki sekaligus sarana mempererat kebersamaan warga.
Suasana semarak terlihat saat puluhan tumpeng hasil kreasi warga diarak secara gotong royong dari halaman Kantor Desa Bukit Pariaman menuju Lapangan Desa Bukit Pariaman. Arak-arakan tersebut melibatkan seluruh 36 RT yang ada di desa tersebut.
Setiap RT menampilkan tumpeng dengan beragam bentuk dan isi. Mulai dari hasil perkebunan dan pertanian, hasil bumi, jajanan pasar, tumpeng sayur, buah-buahan, hingga tumpeng nasi. Kreativitas warga dalam menghias dan menyusun tumpeng menjadikan tradisi tahunan tersebut tidak hanya sarat makna spiritual, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan potensi serta kekayaan hasil bumi desa.
Kepala Desa Bukit Pariaman Sugeng Riyadi mengatakan, seluruh tumpeng yang dibawa dalam arak-arakan terlebih dahulu didoakan bersama sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Setelah doa bersama, tumpeng kemudian dibagikan kepada masyarakat.
“Tumpeng yang ada kita doakan bersama, kita hajatkan bersama untuk kemudian kita bagikan bersama. Silakan direbut ramai-ramai untuk warga,” kata Sugeng Riyadi.
Menariknya, antusiasme masyarakat pada pelaksanaan Grebeg Tumpeng tahun ini disebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi cuaca panas yang mengarah pada musim kemarau pun tidak menyurutkan semangat warga untuk mempertahankan tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bukit Pariaman.
“Kondisi panas mengarah ke kemarau ini tidak mengurangi semangat dan antusias masyarakat dalam Grebeg Tumpeng. Kami tetap guyub rukun dan melanjutkan menjaga tradisi yang baik ini,” ujar Sugeng.
Setibanya seluruh rombongan di lapangan, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama. Setelah itu, masyarakat secara bersama-sama mengambil dan membagikan tumpeng yang telah disiapkan. Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan, persaudaraan, serta rasa syukur yang diwujudkan secara nyata oleh masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Tenggarong Seberang Sukono, unsur Muspika, Pemdes Bukit Pariaman, BPD, tokoh masyarakat, tokoh alim ulama, tokoh transmigrasi serta ribuan masyarakat.
Camat Tenggarong Seberang Sukono mengapresiasi konsistensi masyarakat Desa Bukit Pariaman dalam menjaga tradisi Grebeg Tumpeng. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai positif karena tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur kepada Tuhan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan dan kerukunan masyarakat.
“Kami apresiasi dan ini merupakan kegiatan yang sangat positif sekali. Selain wujud syukur bersama, juga sebagai sarana mempersatukan masyarakat. Semoga Grebeg Tumpeng Bersih Desa ini bisa terus terlaksana setiap tahun sebagai wujud kebersamaan dan persatuan masyarakat desa,” tegas Sukono.
Lebih dari sekadar kemeriahan tahunan, Grebeg Tumpeng Bersih Desa Bukit Pariaman menjadi pengingat bahwa tradisi dan gotong royong masih memiliki tempat penting di tengah masyarakat. Dari 36 RT, warga menyatukan hasil bumi, kreativitas, doa, dan kebersamaan dalam satu perayaan.
“Harapan masyarakat pun sederhana namun penuh makna agar rasa syukur senantiasa mendatangkan keberkahan, desa dijauhkan dari musibah, bala dan bencana, serta semangat guyub rukun tetap tumbuh dari generasi ke generasi,” harapnya.
Editor: Erwin