Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyebut Erau Adat Kutai bukan sekadar agenda tahunan melainkan kekayaan budaya yang menjadi identitas daerah dan tidak dimiliki daerah lain.
“Ditengah efisiensi ini kami beserta Kesultanan Kukar berkomitmen Erau Adat Kutai tetap dilaksanakan sampai tuntas karena ini adalah kekayaan yang dimiliki Kukar yang tidak dimiliki oleh daerah lain,” tegas Aulia saat peluncuran pagi tadi.
Pelaksanaan Erau harus sekaligus menjadi momentum memperkuat pemahaman generasi muda terhadap makna setiap prosesi adat. Ia meminta Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan menggencarkan edukasi kepada pelajar mengenai filosofi Belimbur, menaikkan Tiang Ayu, serta berbagai rangkaian adat lainnya.
Pemkab Kukar juga akan mendorong pemanfaatan teknologi melalui siaran langsung agar masyarakat, khususnya generasi muda, dapat mengikuti sekaligus memahami prosesi Erau secara lebih luas.
“Kami ingin membuat livestreaming untuk warga Kukar. Kita juga berkolaborasi dengan media untuk pelaksanaan lomba-lomba, sehingga anak-anak kita bisa paham makna dari Erau Adat Kutai ini,” jelasnya.
Kegiatan Erau diharapkan dilakukan secara tertib, baik dari sisi administrasi maupun teknis. Kolaborasi antara Pemkab Kukar, Kesultanan, aparat penegak hukum, dunia pendidikan dan media dinilai penting untuk memitigasi berbagai risiko selama kegiatan berlangsung.
“Dengan berkolaborasi bersama kita bisa mitigasi seluruh risiko bersama,” terang Aulia.
Dinas Pendidikan Kebudayaan juga Dinas Pariwisata diminta segera berkoordinasi dengan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Erau, sehingga festival tersebut tidak hanya meriah tetapi juga memiliki nilai edukasi dan pelestarian budaya yang kuat.
Peluncuran Erau Adat Kutai 2026 sekaligus menjadi penanda Pemkab Kukar memilih mempertahankan budaya lokal dengan pendekatan yang lebih adaptif: tradisi tetap dijaga, edukasi diperkuat, teknologi dimanfaatkan, dan pelaksanaannya dikawal melalui kolaborasi lintas sektor.
Selain peluncuran Erau, kegiatan ini juga diisi penandatanganan kerja sama Pemkab Kukar dengan Kejaksaan Negeri Kukar, penampilan Tari Topeng Kelana, serta peluncuran Mars Kutai Kartanegara yang sebelumnya diluncurkan pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat di lingkungan Pemkab Kukar diminta menghafal Mars Kukar serta mendorong lagu tersebut dinyanyikan dalam upacara bendera di sekolah-sekolah setiap Senin sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan terhadap daerah.
Editor: Aspian Nur