Kegiatan yang mengusung tema “Doa Bersama dalam Rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia” itu menghadirkan Gus Muhammad Salsaladin sebagai penceramah, dihadiri Bupati Aulia Rahman Basri, Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar, Danramil 0906-01/Tenggarong Lettu Arm. Sugianto, Ketua MUI Kukar Abdul Hanan, serta sejumlah pejabat, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Aulia menyebut momentum kemerdekaan tidak semata-mata menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan sekaligus memperkuat komitmen membangun daerah. “Kemerdekaan adalah sebuah amanah. Amanah yang harus kita isi dengan kerja keras, karya nyata, pengabdian, serta doa yang tidak pernah putus kepada Allah,” kata Aulia.
Pembangunan Kukar tidak cukup hanya berorientasi pada kemajuan infrastruktur dan ekonomi. Pembangunan juga harus dibarengi dengan penguatan keimanan, ketakwaan, akhlak, kepedulian dan semangat persaudaraan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Kukar terus berupaya menghadirkan pembangunan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat melalui visi dan misi pembangunan daerah serta program dedikasi Kukar Idaman Terbaik.
Sejumlah program strategis terus didorong, diantaranya Bantuan Sekolah Swasta/Pondok Pesantren Idaman Terbaik, Terima Kaseh Guru Ngaji Ku, serta Program RT Ku-Terbaik. “Pembangunan harus benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan, pendidikan, keagamaan, dan kehidupan sosial di tengah masyarakat,” papar Aulia.
Selain kegiatan keagamaan, Pemkab Kukar juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat. Bantuan tersebut antara lain diberikan kepada korban musibah kebakaran, lima mustahik korban kebakaran melalui Program “Kukar Peduli”, serta bantuan sapi kepada Balai Ternak.
Istighosah dan doa bersama diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk bermuhasabah sekaligus memanjatkan doa agar Kukar senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, keberkahan dan kesejahteraan.
Sementara Gus Muhammad Salsaladin dalam tausiyahnya menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat Kukar yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai Kukar merupakan daerah yang dianugerahi banyak potensi dan sumber daya alam. “Kukar ini banyak sekali nikmat yang diberikan oleh Allah, mulai dari daerah tambang, sawit dan Sungai Mahakam. Kukar ini merupakan berkah yang telah diberikan oleh Allah SWT,” tutur Gus Salsaladin.
Masyarakat diingatkan untuk senantiasa bersyukur dan saling memaafkan. Menurutnya, manusia tidak luput dari kesalahan sehingga istighfar dan introspeksi diri perlu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. “Mari baca istighfar dan sholawat Nabi bersama-sama sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Setelah ini selesai, amalkanlah selalu di rumah sampai kapan pun,” pesannya.
Editor: Aspian Nur