Dijelaskan Krido, dinamika lingkungan strategis dan tantangan wilayah yang semakin kompleks menuntut peningkatan kualitas pertahanan negara. Kehadiran batalyon ini diharapkan mampu mengamankan potensi wilayah Kalimantan yang kaya akan sumber daya alam.
"Ini jadi kekuatan pertahanan tersendiri untuk Kodam Mulawarman. Kemampuan batalyon seperti ini sangat diperlukan untuk menjaga kontribusi terbaik kekayaan alam bagi bangsa," kata Krido disela peresmian Rabu (19/8/2026) kemarin.
Pertahanan tidak hanya bertumpu pada kekuatan militer. Komponen nonmiliter dan masyarakat luas memiliki peran yang sama pentingnya melalui aksi nyata bela negara.
"Bela negara tidak hanya identik dengan latihan militer. Pelajar, mahasiswa, hingga pengusaha yang bekerja dengan baik sudah menjadi bagian dari bela negara. Di sini kami melatih kepemimpinan, kedisiplinan, dan bagaimana bersatu padu memberikan kekuatan bagi bangsa," ucapnya.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji yang hadir dalam peresmian tersebut mengapresiasi dan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Terlebih, satuan baru ini langsung dipersenjatai dengan alat utama sistem persenjataan (alutsista) modern berkemampuan tinggi.
"Peresmian Armed 22/Kesumawira dan diserahkan juga sejumlah rudal yang memiliki jangkauan hingga 280 kilometer," ungkap Seno Aji.
Luas wilayah daratan Kaltim yang mencapai 127 ribu kilometer persegi menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan wilayah. Kehadiran armada tempur baru ini dinilai krusial untuk menjamin kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Ini bukan wilayah yang mudah untuk dijangkau. Dengan keberadaan alutsista baru di Kaltim, kita berharap pertahanan NKRI bisa terjaga dengan baik ke depan," sebut Seno lagi.
Acara peresmian ini turut disaksikan oleh Kasdam VI/Mulawarman, Danrem, Bupati Kukar, serta jajaran pejabat TNI dan pemerintah daerah.
Editor: Aspian Nur