Kapal Feri Karam di Sungai Belayan, Mobil Pikap Berhasil Dievakuasi
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Kapal feri tradisional karam di Sungai Belayan, tepatnya di penyeberangan feri Desa Muai RT 09, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (19/8/2026).
Kasi Trantib Kecamatan Kembang Janggut, Rifani menyampaikan bahwa berdasarkan hasil monitoring kapal feri masih dalam kondisi tenggelam berdasarkan pemantauan yang dilakukan sekitar pukul 17.30 Wita. Satu unit kendaraan juga telah berhasil dievakuasi ke daratan.
“Kru kapal berhasil menarik keluar sebuah mobil pikap Isuzu Starga warna silver yang sebelumnya ikut terendam. Kendaraan tersebut berhasil dievakuasi dalam kondisi dipenuhi air dan lumpur,” ungkap Rifani kepada Korankaltim.com petang ini.
Dari pengamatan, bagian depan kapal masih terlihat di atas permukaan air, sementara seluruh bagian lambung kapal dan mesin telah terendam air sungai yang keruh dan berlumpur. Di sekitar lokasi juga terlihat sejumlah ban bekas yang berfungsi sebagai fender serta tali tambang yang mengikat kapal ke struktur tiang besi atau dermaga.
“Pengikat untuk menjaga posisi kapal agar tidak hanyut terbawa arus dan membahayakan keselamatan pelayaran maupun pengguna jasa penyeberangan lain,” jelasnya. Pasca kejadian, petugas melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan kekuatan tali pengaman darurat, pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket), hingga pemantauan berkala melalui patroli rutin di sekitar lokasi.
Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi pergeseran bangkai kapal akibat perubahan arus dan pasang surut Sungai Belayan. Rifani menegaskan, situasi di lokasi kejadian berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Tidak adanya korban jiwa menjadi kabar yang patut disyukuri, sementara upaya pengamanan dan pemantauan terus dilakukan untuk memastikan kondisi di sekitar penyeberangan tetap aman bagi masyarakat.
“Keselamatan pengguna transportasi air menjadi perhatian utama, terutama di tengah kondisi sungai yang dinamis, semoga tidak terjadi lagi kejadian yang serupa di kemudian hari,” tutupnya.
Editor: Erwin










