Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, mengatakan jasad korban ditemukan sekitar pukul 14.20 Wita. Lokasi penemuan berada sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kejadian pertama (LKP).
“Tim sudah temukan jasad anak dalam keadaan meninggal dunia,” ungkapnya.
Lanjutnya, proses pencarian sempat menghadapi kendala. Tim SAR gabungan yang terlibat terdiri atas Basarnas, Rescue Bayan, TNI, Polri, Pramuka Peduli, Kecamatan Kembang Janggut, Pemerintah Desa Long Beleh Haloq, serta keluarga korban.
Penyisiran dilakukan dengan membagi wilayah pencarian menjadi beberapa sektor. Sektor utara di sekitar Dermaga Pulau Pinang disisir tim Basarnas dan Rescue Bayan, sedangkan sektor selatan di wilayah Muai ditangani tim Damkarmatan Kota Bangun bersama Pramuka Peduli.
“Penyelaman sempat dilakukan di sekitar titik awal hilangnya anak oleh tim Basarnas. Namun, kondisi arus air yang tidak menentu menjadi kendala,” jelasnya.
Tim kemudian memperluas radius pencarian hingga akhirnya jasad korban ditemukan. Setelah dievakuasi dari perairan, jasad korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga.
“Jasad langsung dibawa ke rumahnya sekitar pukul 15.50 Wita,” tuturnya. Hingga kini, penyebab pasti korban tenggelam masih belum diketahui.
Editor: Erwin