Langkah percepatan dilakukan untuk memastikan pelayanan air bersih bagi masyarakat, khususnya warga Jembayan Hulu, tetap terjaga.
Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam, Suparno, mengatakan jaringan perpipaan di lokasi terdampak longsor harus segera dipindahkan ke titik yang lebih aman.
Pasalnya, kondisi tanah di kawasan tersebut masih berpotensi mengalami pergerakan sehingga dapat mengancam jaringan distribusi yang selama ini menopang pelayanan masyarakat.
“Jaringan pipa yang terdampak harus segera kita pindahkan ke lokasi yang lebih aman. Ini merupakan langkah antisipasi agar pelayanan air bersih kepada masyarakat, khususnya di Jembayan Hulu tidak terganggu apabila longsor kembali bergerak,” kata Suparno dikonfirmasi Korankaltim.com, Minggu (16/8/2026).
Bencana longsor tersebut berdampak pada jaringan perpipaan yang melayani sekitar 600 sambungan rumah (SR) di wilayah Jembayan. Kondisi itu menjadi perhatian serius Perumda Tirta Mahakam karena jaringan tersebut memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Sebagai langkah konkret, Perumda Tirta Mahakam segera berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Jembayan untuk memperoleh akses sekaligus menentukan lokasi yang aman bagi pemasangan jaringan pipa baru. Jaringan tersebut nantinya akan menjadi pengganti pipa yang berada di area terdampak longsor.
Suparno menegaskan, pihaknya menargetkan proses pemindahan jaringan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu minggu. Pekerjaan dijadwalkan dilaksanakan pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Percepatan ini juga merupakan tindak lanjut atas instruksi Bupati Kutai Kartanegara, menyusul kondisi longsor yang masih memiliki potensi pergerakan. Menurut Suparno, keselamatan infrastruktur pelayanan menjadi pertimbangan utama agar risiko kerusakan jaringan dapat ditekan sejak dini.
“Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi kerusakan yang lebih besar. Karena itu, jaringan dipindahkan lebih awal sebagai bentuk pencegahan sekaligus memastikan kontinuitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Langkah tersebut mencerminkan upaya Perumda Tirta Mahakam untuk tidak hanya merespons gangguan setelah terjadi, tetapi juga melakukan mitigasi terhadap potensi risiko bencana.
Dengan pemindahan jaringan ke lokasi yang lebih aman, potensi gangguan distribusi air bersih akibat pergerakan tanah diharapkan dapat diminimalkan.
Perumda Tirta Mahakam pun memastikan koordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait terus dilakukan selama proses pekerjaan berlangsung. Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan sekaligus memberikan kepastian pelayanan bagi masyarakat Jembayan Hulu.
Bagi Perumda Tirta Mahakam, menjaga keberlangsungan distribusi air bersih bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab pelayanan publik.
“Karena itu, setiap potensi ancaman terhadap jaringan akan diantisipasi sedini mungkin demi kepentingan masyarakat,” tutupnya.
Editor: Erwin