Wilayah Loa Kulu, Anggana, dan Sanga-Sanga kini menjadi zona merah yang paling terdampak akibat penurunan drastis kualitas dan kuantitas air baku.
Direktur Perumda Tirta Mahakam, Suparno, menegaskan penurunan kualitas pelayanan bukan karena kesengajaan atau keputusan sepihak untuk memotong pasokan kepada pelanggan, tetapi disebabkan menyusutnya air baku di Sungai Mahakam akibat musim kemarau.
“Ini bukan kesengajaan dari PDAM untuk mengecilkan atau mengurangi layanan yang ada. Ini karena memang kualitas air dan kondisi air baku yang memang kita ketahui sedang surut,” kata Suparno, Minggu (16/8/2026).
Dampak kondisi tersebut, layanan air bersih di Kecamatan Loa Kulu, tidak mampu berjalan secara kontinu. Sementara, Anggana dan Sanga-Sanga, menjadi wilayah paling terancam karena sungai setempat di ambang paparan intrusi air laut yang membuat air asin dan tidak layak konsumsi.
Menghadapi ini, Perumda Tirta Mahakam meminta seluruh masyarakat untuk segera mengambil langkah penyelamatan mandiri dengan menampung air bersih.
“Untuk warga siapkan tandon, drum, atau wadah penyimpanan besar di rumah sebelum pasokan terhenti sepenuhnya,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga menyarankan warga untuk menggunakan air yang ada hanya untuk kebutuhan yang benar-benar vital dan mendesak.
“Kami sangat mengharapkan kembali agar masyarakat menampung air di rumah masing-masing. Kemudian bijak dan berhematlah dalam menggunakan air yang sudah ada di rumah,” tutupnya.
Editor: Erwin