Dan jelang bertugas di momen sacral itu, ke-43 anggota Paskibraka resmi dikukuhkan di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Sabtu (15/8/2026) malam tadi, dipimpin Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dengan dihadiri sekitar 150 orang, terdiri atas unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Pemerintah Kabupaten Kukar, panitia, pamong atau pengasuh, para anggota Paskibraka serta orangtua mereka.
Pengukuhan ini menjadi tahapan penting sebelum para putra-putri terbaik Kukar tersebut menjalankan tugas pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus besok.
Suasana pengukuhan berjalan khidmat saat seluruh peserta mengheningkan cipta dilanjutkan dengan penyematan lencana dan pemasangan kendit secara simbolis sebagai tanda resmi pengukuhan.
Aulia Rahman Basri menyampaikan rasa bangga kepada para anggota Paskibraka yang telah melewati proses seleksi dan latihan dengan penuh dedikasi, semangat, serta disiplin.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, kami ucapkan selamat kepada 43 orang pengibar bendera pusaka tahun 2026 yang baru saja dikukuhkan,” kata Aulia.
Menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar mendapatkan kehormatan untuk mengibarkan Sang Merah Putih. Di balik tugas tersebut terdapat tanggung jawab, keteladanan, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan yang harus dijaga. “Saya sangat bangga kepada kalian semua karena telah menunjukkan dedikasi, semangat, dan disiplin selama proses seleksi dan latihan,” ungkap Aulia.
Seluruh anggota Paskibraka diharapkan mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, khususnya pada prosesi pengibaran bendera Merah Putih pada 17 Agustus besok. Pengukuhan ini juga menjadi momentum untuk mengingat kembali jasa para pendahulu bangsa yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Karena itu, tugas mengibarkan bendera pusaka memiliki makna lebih dari sekadar seremoni, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan dan wujud kecintaan kepada tanah air. Ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, doa, dan peran serta dalam proses pembentukan Paskibraka Kukar 2026, termasuk para orang tua yang terus memberikan dukungan kepada anak-anak mereka.
“Semoga putra-putri yang di hadapan saya dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, terutama pada pelaksanaan upacara pengibaran bendera 17 Agustus 2026,” harapnya. Pengukuhan ini sekaligus menandai perubahan status para peserta dari calon anggota menjadi anggota resmi Paskibraka Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2026.
Dengan bekal latihan, disiplin dan semangat kebangsaan yang telah dibangun selama proses persiapan, mereka kini bersiap mengemban tugas penting pada peringatan kemerdekaan Indonesia. Bagi para anggota Paskibraka, langkah menuju tiang bendera pada 17 Agustus nanti bukan hanya tentang ketepatan gerakan dan kekompakan barisan.
“Lebih dari itu, setiap langkah menjadi cerminan tanggung jawab generasi muda dalam menjaga semangat persatuan, menghormati perjuangan bangsa, dan meneruskan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi berikutnya,” tutup Aulia.
Editor: Aspian Nur