Pembangunan Jembatan Sedulang Dimulai 11 November
2 menit baca2.737 kali dibaca
TENGGARONG - Pemukiman warga di Desa Sedulang, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar) yang terbelah anak Sungai Sedulang akan dibangunkan jembatan penghubung dari ulin dalam waktu dekat ini.
Ground breaking pembangunan jembatan tersebut akan dilaksanakan 11 November mendatang. Jembatan ini sendiri dibangun dari CSR beberapa perusahaan tambang di wilayah Kecamatan Muara Kaman.
Camat Muara Kaman, Surya Agus mengatakan, pembangunan jembatan ini sangat diharapkan oleh warga Desa Sedulang untuk mempermudah akses warga di desa tersebut. “Selama ini, warga sangat bergantung transportasi air (untuk menyeberang), sehingga dengan adanya jembatan baru itu sangat urgen atau penting bagi warga Sedulang,” kata Surya Agus kepada Koran Kaltim.
Ia mengatakan, jembatan itu akan menyambung jalan warga sehingga tidak lagi menyeberang menggunakan kapal. Apalagi rata-rata masyarakat di desa itu sudah memiliki kendaraan roda dua dan roda empat.
Sebenarnya, kata dia, pernah ada jembatan penghubung di desa tersebut. Namun kini sudah hancur beberapa tahun lalu, diduga rusak dan tidak bisa dingunakan lagi karena diterjang air banjir dan dimakan usia. “Inilah yang menjadi tuntutan masyarakat untuk dibangunkan jembatan penghubung tersebut sebagai akses sosial dan ekonomi serta mempermudah transportasi mereka,” ungkapnya.
Ia pun bersyukur sebab jembatan ini dibuat bukan dari dana APBD, melainkan dari CSR beberapa perusahaan seperti Perusahaan tersebut adalah PT Kencana group, PT Khaleda, PT Surya Hutani Jaya, PT CAP dan PT Hamparan Sentosa. “Untuk pekerjaannya melalui gotong royong antara pihak perusahaan, Kodim 0906/TGR dan masyarakat Desa Sedulang,” terangnya.
Asisten II Setkab Kukar, Sukrawardi mengungkapkan, Pemkab Kukar sudah mendesain jembatan penghubung Desa Sedulang, jembatan ini terbuat dari kayu ulin. Sementara tipe jembatannya adalah jembatan terbuka.
Jembatan ini nanti bisa terbuka dibagian tengahnya saat air pasang. Tujuannya agar warga yang menggunakan kapal tetap bisa melintas di area jembatan tanpa terhalangi saat banjir atau air pasang. “Estimasi biaya pembangunan sekitar Rp 450 juta. Namun perusahaan sudah menyediakan semua material,” bebernya. (ami)










