Koperasi Mitra Prima Nusantara ini, kata Nor Arifin, adalah koperasi sekunder ini bergerak sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit. Untuk saat ini masih fokus di Kecamatan Kembang Janggut dan sekitarnya.
Tujuannya, sebagai penyokong atau pendukung keperluan sarana produksi (Saprodi) koperasi primer, seperti menyediakan pupuk, alat panen dan lainnya. Koperasi Mitra Prima Nusantara ini telah memiliki 5 koperasi primer.
Kelima koperasi primer itu adalah Koperasi Karya Makmur, Pinang Berjaya, Binawana Sejahtera, Dwi Karya dan Sumber Makmur. “Koperasi primer ini mengelola sawit. Nah kita sebagai koperasi sekundernya-lah yang menyediakan pupuk dan lainnya,” bebernya.
Koperasi sekunder ini adalah koperasi pertama di Kukar untuk sektor perkebunan sawit. “Kita harapkan dengan dengan keberadaan koperasi ini bisa meningkatkan atau mensukseskan gerakan koperasi se Indonesia,” bebernya.
Selain itu, keberadaan koperasi sekunder ini bisa ikut meningkatkan kesejahteraan petani sawit sehingga ekonominya merata.
“Nah selama ini banyak keluhan soal kelangkaan pupuk dan lainnya. Di sinilah kami berperan untuk menyediakan itu sehingga keperluan petani bisa terpenuhi,” beber Nor Arifin.
Koperasi Mitra Prima Nusantara, lanjut dia, ingin mencover semua koperasi di sekitar Kembang Janggut. Namun, karena baru terbentuk sehingga koperasi tersebut masih harus dilakukan penguatan, terutama dengan lima koperasi primer didalamnya. (ami)