“Selama saya tinggal di di Badak 1, baru pertama kali saya lihat buaya disekolah, bikin kaget aja,” kata Nano, salah seorang warga setempat seperti dikutip dari Berita Muara Badak.
Dalam beberapa foto buaya tersebut yang ditelusiri harian ini, satwa tersebut hanya berdiam dalam air dan tidak menganggu atau menyerang warga sekitar. Meski demikian, masih ada warga yang khawatir buaya tersebut menyerang, khususnya anak-anak.
Kemunculan buaya ini pun dihubung-hubungkan dengan hal-hal mistis. Salah satunya ada warga yang menganggap buaya tersebut sebagai kembaran, yakni Supriadi. Bahkan, dari informasi yang beredar, Supriadi harus memberikan semacam sajian berupa telur dan beras kepada buaya tersebut untuk mendekatinya hingga akhirnya berhasil ditangkap warga.
Warga pun dengan sigap berhasil menangkap buaya tersebut pada Minggu (22/10/2017) dinihari sekitar pukul 01.00 wita. Buaya tersebut akhirnya dilepaskan di habitat aslinya di Sungai Tanjung Limau, Muara Badak.
Namun sebelum ditangkap, banyak nitizen meminta warga untuk tidak melakukan hal berbahaya pada buaya tersebut, seperti tidak menyakiti atau bahkan membunuh buaya tersebut. “Alhamdulillah, terima kasih masyarakat setempat yang sudah membantu dan tidak menyakiti (buaya yang ditangkap),” Tulis Melly Mellyta dalam akun Facebooknya. (ami)