Untuk diketahui, pada Pileg 2014 lalu Golkar menjadi parpol yang paling jaya dan sukses. Buktinya, dari 45 kursi yang diperebutkan di DPRD Kukar, Golkar memperoleh 19 kursi. Masing-masing dapil Golkar mendapat tiga keterwakilan.
“Jumlah KTA dan KTP yang diserahkan ke KPU Kukar mencapai 2.114,” kata Abdul Rasyid usai penyerahan salinan KTA dan KTP yang diterima Arliansyah, Komisioner KPU Kukar.
Golkar sendiri, kata Rasyid, siap bekerja keras untuk mengulang kesuksesan di Pileg 2019 mendatang dengan mempertahankan jumlah perolehan suara dan kursi di DPRD Kukar.
“Kita berusaha bisa bertahan dengan 19 kursi yang ada. Makanya kita meminta doa warga kukar mudahan apa yang sudah ditorehkan Golkar Kukar bisa dipertahankan ke depan, ini demi kepentingan dan kemajuan Kukar,” ungkap Rasyid.
Disinggung alasan mendaftar di akhir masa penyerahan salinan? Rasyid mengaku, sebenarnya DPD Golkar Kukar sudah siap sejak Sabtu (14/10) lalu. Namun karena DPP belum mendaftar ke KPU RI, rencana itu terpaksa ditunda. “Kita mengacu aturan bahwa kita bisa mendaftar saat DPP sudah menyampaikan laporan,” bebernya.
Alasan lainnya, kata Rasyid, karena Golkar ingin mempersiapkan dan melengkapi semua persyaratan sebelum menyerahkan ke KPU. “Kita lengkapi dulu supaya ini jika ada yang harus diperbaiki maka bisa diminimalisir,” terangnya kepada Koran Kaltim. (ami)