Sunggono dalam sambutannya mengatakan, untuk menggelar program PMB ini Pemkab Kukar telah beberapa kali melakukan rapat dengan semua pemangku kepentingan hingga tingkat desa. Hal tersebut untuk mendorong semua stakeholder melaksanakan kegiatan ini.
Diharapkan setelah sosialisasi ini peserta mendapatkan pengetahuan yang baik terkait penyelenggaraan PMB. “Program ini merupakan intervensi pemerintah daerah yang diharapkan untuk mengatasi dan mencegah agar tak ada kasus stunting baru di Kukar,” ujarnya.
Sekda juga mengingatkan agar memperhatikan waktu pelaksanaannya, karena sudah memasuki penghujung tahun. Selain itu, diingatkan juga agar PMB tepat sasaran, untuk itu harus didukung dengan data yang valid sesuai keadaan di lapangan.
Ia juga menegaskan agar semua stakeholder satu pemahaman tentang PMB ini tidak ada hubungannya dengan politik. Ditegaskannya, program ini ada sudah sejak beberapa waktu lalu bukan karena Pilkada.
“Jadi jangan sampai ada kesalahpahaman yang tidak perlu. Jadi fokus saja berpikir untuk melaksanakan program ini dengan baik,” demikian tegasnya.
Sementara Kepala Dinas DPMD Kukar, Arianto mengatakan bahwa PMT merupakan tindakan lanjut dari pengukuran serentak kepada balita yang telah dilakukan beberapa waktu lalu se Kukar.
“Hal ini guna memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Maka diperlukan dukungan semua pihak untuk melaksanakan program ini dengan baik dan tepat sasaran,” ujarnya.
Peserta sosialisasi itu 250 orang terbagi dua kelas dengan Narasumber dari Dinas Kesehatan dan Tenaga ahli DPMD Kukar. PMB ini dijadwalkan berakhir pada Desember 2024 mendatang. (adv/prokom04/sd/mh)