Penghargaan itu diterima langsung para kepala sekolah, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Slamet Hadi Rahardjo, yang diserahkan oleh Wakil Menteri LHK, Alue Dohong, di Gedung Manggala Wanabhakti, Jakarta, Rabu (2/10).
Alue Dohong mengatakan penghargaan Adiwiyata tersebut diberikan kepada sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA maupun Madrasah yang memenuhi kriteria dalam Gerakan Peduli Berbudaya Lingkungan Hidup di sekolah.
Menurutnya, hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 53 tahun 2019 tentang Penghargaan Adiwiyata. Dilanjutkannya, kader Adiwiyata merupakan Agent of Change Indonesia, yang mana program itu diharapkan mampu menjadi dasar bagi Indonesia untuk percepatan target SDGs.
“Dengan pemahaman yang komprehensif tentang lingkungan, kita dapat melahirkan kader Adiwiyata yang akan menjadi agen perubahan, atau agen perubahan untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujar Alue Dohong.
Ditemui setelah kegiatan, Slamet Hadi Rahardjo mengapresiasi apa yang telah diraih sekolah-sekolah di Kukar tersebut. “Saya ucapkan selamat kepada bapak ibu kepala sekolah sekalian, atas raihannya untuk sekolah Adiwiyata Nasional dan sekolah Adiwiyata Mandiri,” ucap Slamet.
Ia berharap apa yang telah diraih tersebut bisa dipertahankan dan ditingkatkan kedepannya. Dirinya juga berharap apa yang telah dicapai itu bisa memotivasi sekolah-sekolah lainnya, khususnya yang berada di Kukar, sehingga ke depan akan semakin banyak sekolah di Kukar yang meraih penghargaan serupa.
“Kami berharap ketiga sekolah ini bisa menjadi bagian dari motivasi untuk sekolah-sekolah lainnya di Kukar untuk mendapatkan capaian yang sama,” pungkasnya. (adv/prokom07/sd/rm)