Peserta dapat memilih sendiri kampus yang diinginkan dan tentunya sesuai dengan jurusan pengembangan yang hendak ambil. “Sangat disayangkan sekali jika kesempatan berharga ini tidak ada yang memanfaatkan, karena ini sebagai bagian upaya peningkatan kualitas SDM di Kukar,” ungkap Erwinsyah.
Penanggung jawab promosi program Chevening Scholarship, Royana mengatakan program ini hanya diperuntukan untuk 70 orang se-Indonesia, tapi tidak ditentukan kuota di setiap daerah.
“Keunggulan mengikuti program ini, study lebih singkat hanya setahun saja, jika lulus dan prestasi sudah bisa mendapatkan gelar kesetaraan S2 atau master,” ujarnya.
Bagi yang ingin melanjutkan studi kesetaraan S3 atau doktoral, tidak bisa langsung mendaftar karena mahasiswa S2 yang sudah lulus diharuskan mengabdi ke masyarakat selama dua tahun, setelah itu diperbolehkan mendaftar peserta program S3.
“Bagi mahasiswa Unikarta yang per 7 November nanti sudah menyandang gelar sarjana juga diperbolehkan mendaftar. Untuk mengikuti Program Chevening Scholarship bisa mengisi form permohonan secara online yang tersedia di www.chevening.org. Sampai saat ini alumni yang sudah mengikuti program ini sebanyak 46.000 di berbagai negara,”pungkasnya. (ran)