Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI di Jakarta beberapa waktu lalu dan diterima oleh sejumlah sekolah.
"Alhamdulillah ada lima sekolah yang berhasil mendapatkan penghargaan. Tiga penghargaan Adiwiyata Nasional dan dua penghargaan Adiwiyata Mandiri," kata Sekretaris DLHK Kukar, Taupik melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencemaran dan Kerusakaan Lingkungan Hidup, Rustam Effendi pada Minggu (29/10/2023).
Kelima penghargaan diberikan kepada lima sekolah tersebut diantaranya SMPN 2 dan SDN 003 Tenggarong bersama SD IT Muara Kaman untuk Adiwiyata Nasional. Sedangkan untuk penghargaan Adiwiyata Mandiri diberikan kepada SDN 018 Tenggarong dan MAN 2 Kutai Kartanegara.
"Untuk penghargaan Adiwiyata Nasional sudah banyak sekolah di Kukar yang mendapatkan. Ada sekitar 14 sekolah, kalau untuk Adiwiyata Mandiri, baru tahun ini, sekaligus dua sekolah," jelasnya.
Kabupaten Kukar sendiri sudah berkali-kali mengirimkan perwakilan untuk diajukan guna mendapatkan penghargaan berjenjang mulai dari tingkat kabupaten, provinsi dan nasional. Namun memang selama ini masih belum bisa mewujudkan agar mendapat penghargaan Adiwiyata Mandiri.
Sehingga DLHK Kukar semakin meningkatkan upaya pendampingan terhadap hal apa saja yang harus diperbaiki. Yakni dengan melakukan koordinasi bersama pihak sekolah untuk melengkapi beberapa kekurangan dan kelemahan yang perlu diperbaiki. "Meski membutuhkan waktu namun upaya dan koordinasi yang sudah berjalan baik ini bisa membuahkan hasil," ucapnya.
Ditambahkannya, bahwa penghargaan Adiwiyata Mandiri yang berada setingkat di atas Adiwiyata Nasional ini diberikan kepada sekolah yang telah berhasil melakukan pembinaan kepada sekolah lain. Kemudian sekolah hasil binaan tersebut berhasil memperoleh penghargaan Adiwiyata di tingkat kabupaten, provinsi atau nasional.
"Jadi dua sekolah ini, SDN 018 Tenggarong dan MAN 2 Kutai Kartanegara berhasil memberikan pembinaan kepada tiga sekolah lainnya di kukar. Tiga sekolah binaannya tersebut juga meraih penghargaan adiwiyata di tingkat kabupaten ataupun provinsi," terangnya.
Lebih lanjut, DLHK Kukar memang sedari awal sudah berencana untuk menjadikan seluruh sekolah di Kabupaten Kukar mendapat penghargaan adiwiyata. Dimana dalam upaya tersebut berfokus pada penekanan mengenai pengelolaan lingkungan mulai dari penanganan dan pengelolaan sampah, lingkungan dan pembelajaran di sekolah.
Tujuannya untuk merubah mindset (pola pikir) anak agar tidak membuang sampah sembarangan dan bisa memilah sampah. Dengan harapan ini bisa sebagai pembelajaran untuk dibawa pulang ke rumah. "Kalau hanya satu orang yang membuang sampah sembarangan mungkin tidak seberapa tapi kalau banyak orang maka akan berdampak pada lingkungan," ujarnya.
Oleh karenanya, DLHK menggandeng pihak sekolah untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan melalui penghargaan Adiwiyata ini. Apalagi, banyak manfaat yang didapat dengan menerapkan pembelajaran berbasis lingkungan di sekolah. (*/kk)
Editor: Maruly Zainuddin