Dikatakannya, Kempo merupakan salah satu jenis olah raga bela diri dan juga bela mental, karena di dalam ajaran Kempo ditanamkan rasa disiplin yang tinggi serta rasa persaudaraan dan kasih sayang sesama pemain Kempo, sesuai dengan doktrin Shorinji Kempo, yaitu sebagian kebahagiaan untuk diri sendiri dan sebagian lagi untuk orang lain.
“Taklukan dirimu sebelum menaklukan orang lain, serta kasih sayang tanpa kekuatan adalah kelemahan dari kekuatan tanpa kasih sayang adalah kezaliman,” kata dia.
Sunggono juga mengingatkan kepada tim Kukar baik peserta dan pendamping yang mengikuti kejuaraan ini, hendaknya dapat menjaga kekompakan, kebersamaan dan menjaga nama baik Kutai Kartanegara.
“Kalau sudah di Jepang nanti, tidak hanya belajar teknik bela diri, tetapi juga memahami dan memaknai filosofinya, jangan dipamerkan, jangan sombong ketika sudah menguasai teknik bela diri,” pesannya.
Juliansyah selaku ketua rombongan yang juga anggota DPRD Kukar mengatakan atlet Kempo Kukar yang bertolak ke Jepang sebanyak 30 orang.
Atlet yang diberangkatkan ini telah melewati beberapa tahapan-tahapan. Dan prestasi yang telah diraih mereka adalah lolos pada kualifikasi PON. Sementara untuk yang junior secara nasional Kukar berada pada rangking 2 tingkat nasional.
“Hal ini juga menjadi salah satu syarat dari pengurus besar PB Perkemi, bahwa tiket menuju ajang tingkat dunia minimal mereka harus lolos dari kualifikasi PON dan prestasi untuk junior harus menjuarai pada tingkat nasional,” ujarnya.
Selama di Jepang tidak hanya mengikuti kejuaraan saja, tapi juga peningkatan kualitas dengan study session yang dilaksanakan selama tiga hari, diikuti pelatih dan para atlet dan akan dilaksanakan ujian naik tingkat.
Turut hadir dalam pelepasan tersebut Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni, Ketua Koni Kukar Rahman, Pengurus Besar Persaudaraan Kempo Indonesia (PB Perkemi) Kukar. (prokom02/sd/mh)