Selanjutnya dari aspek pemerataan pendapatan, terlihat dari indeks gini rasio saat ini Kukar berada di angka 0,26 yang dapat diartikan ketimpangan pendapatan di Kukar masuk dalam kategori rendah, atau dapat diartikan distribusi pendapatan masyarakat di Kukar lebih merata.
Berdasarkan indikator makro tersebut proses pembangunan di Kukar saat ini berada di jalur yang tepat atau on the track. Dan kondisi ini tidak terlepas dari terselenggaranya pembangunan di setiap sektor dan wilayah, termasuk Tenggarong sebagai barometer pembangunan Kukar secara kolektif.
Pemkab Kukar, memohon dukungan kepada seluruh pemangku kepentingan di Kukar, agar kami dapat melaksanakan pembangunan secara bertahap dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki saat ini, dimana salah satunya saat ini kita memiliki ruang gerak pembangunan yang lebih luas dengan APBD yang lebih besar, yakni diperkirakan mencapai Rp 12 Triliun di 2024.
Potensi Pendapatan ini, diharapkan dapat dioptimalkan bagi pembangunan Kota Tenggarong secara proporsional, salah satu proyek strategis yang pemkab Kukar laksanakan 2023 hingga 2024 adalah Pembangunan Pasar Semi Modern Tangga Arung, Pembangunan Kawasan Jembatan Kukar, serta fasilitas pendukung seperti Taman Tepi Sungai Mahakam, Landmark Kota Tenggarong serta Gedung Ekonomi Kreatif, Perluasan jalan-jalan utama Tenggarong, Perbaikan dan revisioning Pulau Kumala Tenggarong.
“Diharapkan proyek-proyek strategis ini dapat berjalan sesuai dengan waktu yang ditetapkan dan akan memberikan nilai tambah terhadap eksotisme Kota Tenggarong sebagai Kota Sejarah dan Budaya di Kaltim,”pungkasnya. (adv/prokom05/si/mh)