“Komisi II ini kan menangani terkait investasi, perekonomian dan peningkatan PAD daerah juga berwenang terkait fungsi control dalam perkembangan Perseroda milik Pemkab, kami mengusulkan agar biar perusahaan daerah ini bisa maksimal kerja core bisnisnya tentu harus di-support dengan penyertaan modal” kata Ria kepada korankaltim.com, Selasa (25/4/2023).
Iyak sapaan akrabnya mengungkapkan usulan ini pernah diutarakannya pada acara rapat paripurna DPRD Kukar dengan agenda penyerahan LKPJ Pemkab Kukar ke DPRD Kukar belum lama ini. Dan ide ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak termasuk dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kukar.
“Mendapat dukungan usulan saya ini, namun ada yang berpendapat bahwa jika ingin mendapatkan penyertaan modal dari Bankaltimtara, pihak Perseroda harus ada sesuatu yang dijaminkan, nah menurut hemat kami tidak perlu dong ada yang dijaminkan, sementara saham terbesar nomor dua di Bankaltimtara adalah dari Pemkab Kukar” ungkapnya.
Politikus Gerindra ini menegaskan jika ada keberanian dari Pemkab Kukar untuk memberikan arahan penyertaan modal kepada perseroda baik itu Perseroda Kukar Sejahtera Dambaan Etam (KSDE) ataupun Perseroda Tunggang Parangan (TP) yang dananya bersumber dari Bankaltimtara, tentu percepatan ekonomi dalam hal peningkatan PAD Kukar akan mengalami akselerasi yang cukup siginifikan pertumbuhannya saat ini dan kedepan.
“Bisa kita contohkan saja, semisal Perseroda diberikan penyertaan modal kemudian Perseroda yang dimaksud semisal TP untuk membeli tongkang atau ponton, nah kan itu bisa disewakan ke perusahaan baik batu bara ataupun perusahaan perkebunan sawit. Berpeluang sekali peningkatan PAD akan signifikan, terlebih lagi di Kukar ini ada 600 an perusahaan yang beroperasi tersebar di seluruh kecamatan” tegas Iyak.
Editor: Rusdianto