Ia mengangkat situasi kekinian wong cilik melalui naskah cerpen berjudul "Perihal Orang Miskin Yang Bahagia". Naskah itu sendiri merupakan cerpen karya sastrawan Agus Noor yang telah ia adaptasi.
Menurut Nala, ia sengaja memilih Kampus Unikarta sebagai tempat pertunjukan untuk menyindir sekaligus mengingatkan kalangan mahasiswa pada tanggung jawab sosialnya terhadap nasib orang kecil disekitarnya.
"Kaum intelektual kampus adalah corong kepentingan bagi orang-orang kecil yang minim perhatian dan tuna akses di negara ini" kata Nala.
Menurut Nala, kampus harus kembali kepada fitrahnya sebagai kontrol sosial dan sahabat terdekat masyarakat kelas bawah.
Pertunjukan berdurasi sekitar 25 menit sebelumnya juga direncanakan dipertunjukkan di Amphy Theatre Ladang Budaya tanggal 8 April lalu namun karena kondisi cuaca tidak memungkinkan ketika itu, pertunjukan urung digelar.
Nala selama ini memang dikenal sebagai sutradara dan aktor panggung. Beberapa tahun terakhir, ia juga kerap berakting di beberapa film pendek produksi lokal.
Yang juga cukup menarik, di pertunjukannya kali ini Nala berkolaborasi dengan Congkil G7, sebuah orkes keroncong tingkilan asal Tenggarong yang beranggotakan remaja-remaja berusia belia. Mereka berperan sebagai pemusik latar yang mengiringi pertunjukan Nala.
"Sangat menyenangkan berkolaborasi dengan mereka. Masih muda, fresh dan punya motivasi tinggi untuk berkesenian" ungkap Nala.
Nala Berharap bakat seni mereka harus kita sediakan ruang yang lebar agar tidak lekas layu. Mereka punya tantangan sendiri di era digital saat ini, jadi kita harus bantu mereka menyiapkan diri, demikian lanjut Nala.
Selanjutnya Nala berharap pertunjukan semacam ini akan terus lebih sering diadakan dan difasilitasi oleh semua kalangan, baik itu kalangan kampus maupun pemerintah setempat.
Nala juga berterima kasih kepada pihak-pihak yang sudah mensupport pertunjukannya. Dalam acara ini, Nala disponsori oleh Komunitas Kampong Kuliner Tenggarong dan produk makanan Nasbrik yang merupakan produk nasi olahan khas Kutai Kartanegara.
Editor: Rusdianto