Rumah itu diketahui milik Muksin, pria 50 tahun yang tinggal seorang diri. Rumah yang terbuat dari kayu ini habis terbakar dalam sekejap dan sempat membuat warga sekitar panik.
Beruntung petugas pemadam kebakaran (damkar) segera tiba di lokasi kejadian dan memadamkan api.
"Petugas piket yang ada di markas BPBD Kukar langsung berangkat ke lokasi kejadian guna memadamkan api. Api berhasil dipadamkan kurang dari satu jam bersama dengan balakarcana setempat," kata Kepala BPBD Kukar Fida Hurasani malam tadi.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini sedangkan penyebab kebakaran dalam penyelidikan kepolisian.
"Laporan sementara dari petugas di lapangan, jumlah bangunan yang terbakar hanya satu rumah," tutupnya.
Sementara itu dari hasil penyelidikan Polsek Loa Kulu, api diduga berasal dari korsleting listrik penanak nasi milik Muksin yang saat itu sedang memasak air untuk membuat kopi sekitar pukul 21.00 WITA.
Muksin mengaku dirinya lupa mencabut colokan listrik yang memang sudah longgar tersebut dan keluar rumah pukul 23.00 WITA ke simpang tiga magazine Desa Loa Kulu Kota.
"Korsleting listrik tersebut akhirnya menyebabkan letusan api yang semakin membesar dan membuat rumahnya terbakar," ungkap Kapolsek Loa Kulu, Iptu Rachmat Andika melalui Kanit Reskrim Polsek Loa Kulu, Aiptu Ferindra pada Rabu (5/4/2023).
Api yang mulai membesar coba untuk dipadamkan oleh saksi yang tinggal diseberang rumah. Bersama dengan warga sekitar, saksi berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Sebelum akhirnya petugas damkar datang ke lokasi kejadian dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.30 WITA dini hari
"Untuk kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta dan tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini," kata Rachmat.
Editor: Aspian Nur