Rita berharap kegiatan itu melahirkan sebuah rekomendasi yang efektif dan menjadi referensi para kepala daerah dalam setiap mengambil kebijakan strategis. “Dan mampu mengkolaborasikan budaya integritas bagi pemerintah daerah,” harapnya.
Ketua Panitia Anggiat Sitomorang mengatakan, dipilihnya Papua menjadi tuan rumah kegiatan, ingin menunjukan bahwa Papua dengan Tunas Integritas Nasional lainnya ingin menunjukan kinerja berkelas dunia.
Selain itu, Papua bersama KPK sudah membuat komitmen dalam rangka pencegahan dan pemberantasan korupsi di Papua. Oleh sebab itu, di Papua akan digelar beragam kegiatan yang mengarah kepada pencegahan tindakan korupsi. “Salah satu kegiatannya Kolaborasi Tunas Integritas Nasional II ini,”ujarnya.
Beberapa waktu lalu, Kolaborasi Tunas Integritas Nasional I sudah dilakukan di Palembang, Sumatera Selatan.
Kegiatan ini bertujuan selain sebagai cerita budaya mutu integritas di wilayah masing-masing, melalui political will pemimpin, juga saling berbagi pengalaman sukses antara kepala daerah dan pimpinan di kementerian dan lembaga negara dalam mewujudkan budaya integritasnya. “Yang harus dijadikan prinsip kerja dengan menciptakan budaya integritas di setiap daerah,” terangnya. (ran)