Seperti diketahui bersama, aktivitas selama bulan Ramadan tentu meningkat dibandingkan bulan biasanya. Oleh karena itu kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran tetap harus diutamakan.
“Kepada seluruh masyarakat Kutai Kartanegara tingkatkan kewaspadaan. Dari data menunjukkan di kantor BPBD data kebakaran pemukiman penduduk itu salah satu faktor utamanya adalah kelalaian. Misalnya ada arus pendek listrik, kompor meledak, obat nyamuk” kata Edi saat dikonfirmasi korankaltim.com, Senin (27/3/2023).
Edi mengungkapkan bulan ramadan ini intensitas kegiatan meningkat, baik itu intensitas kegiatan ibu memasak di dapur, ataupun aktivitas ibadah juga meningkat semua. “Untuk itu saya imbau agar pastikan kalau sudah selesai aktivitas di dapur, kompor dan perangkat lainnya pastikan aman matikan, arus pendek listrik hindari, jaga kewaspadaan harus tinggi” ungkapnya.
Tak lupa Edi juga mengingatkan agar masyarakat terus menjaga keamanan ketertiban lingkungan, karena aman itu sangat menentukan berjalan atau tidaknya aktivitas masyarakat dengan baik.
Dirinya juga mengimbau agar masyarakat terus meningkatkan kebersamaan dan silaturahmi selama bulan Ramadan. Karena dalam satu bulan ramadan ini tidak hanya ibadah saja yang wajib tetapi bagaimana semangat niat untuk berbagi kepada sesama.
“Semoga kita bersama tetap bisa menjalankan ibadah. Saya berdoa semoga kita semua diberikan kekuatan diberikan kesehatan sehingga aktivitas khususnya beribadah di bulan ramadan ini bisa berjalan dengan baik, termasuk wartawan juga ibadah salat lima waktu ibadah di masjid-masjid terdekat ya” pungkas Edi.
Editor: Rusdianto