"Tadi kami barusan rampung rapat dengan komite, pihak sekolah dan guru, camat pemerintahan setempat, besok mau dilihat dulu ke SD 036, tadi pertemuan di SD 038 mereka sudah menawarkan untuk bisa bersekolah disitu tapi masuknya di siang hari," kata Plt Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Disdikbud Kukar, Emy Rosana kepada korankaltim.com, Senin (6/3/2023).
Pihaknya menampung dulu niat baik dari SDN 038 ini, namun jika masuk siang maka jam pelajaran anak-anak akan terpotong kemudian yang kedua kalau sore banyak anak-anak yang rumahnya jauh yakni berdomisili di kawasan perkebunan sawit. "Jauh kalau pulang sore dan riskan juga jadi kami sampaikan coba cari alternatif ada tidak yang sekolah tempat lain agar anak-anak SMP 5 itu sekolahnya pagi, makanya besok kita lihat di SD 036 dan TK, kalau tidak memungkinkan karena ruang kelasnya rusak dan perlu rehab berarti ya mau tidak mau tetap di siang hari menggunakan SDN 038," ungkapnya.
Ketika ditanya apa penyebab dari kebakaran ini, Emy juga masih bingung dan bertanya-tanya, namun hingga saat ini apa penyebab dari kebakaran masih diselidiki oleh pihak berwajib.
"Kejadian pas hari libur kemarin sore, api nya itu sumbernya dari gudang makanya kita bingung kenapa kok bisa dari gudang dan kalau misalnya korsleting listrik pun tidak ada indikasi yang mengarah kesana. Masih dalam penyidikan polisi. Hanya dua ruang kelas yang tersisa dan ada itu riskan kemudian dipakai hanya untuk menaruh barang tersisa," tegasnya.
Saat ini tengah dibentuk tim percepatan bersama komite sekolah supaya bisa ada lahan yang baru untuk dibangun, karena dari Camat Samboja tidak menyetujui jika dibangun lagi di lahan yang sama.
"Karena potensi longsor agak besar, jadi maksimal dicarikan lahan dan diusahakan di bulan Maret ini untuk lahan sudah selesai dan kemudian dilanjutkan untuk bangunan baru, dalam satu tahun ini belum bisa progres yang cepat. Harapannya semua stakeholder bekerja sama karena ini tidak bisa dibebankan di satu pihak saja, tidak bisa dibebankan di SMP 5 nya saja atau di dinas pendidikan saja semuanya harus terlibat untuk menyelesaikan permasalahan ini karena yang kita pikirkan adalah masa depan anak-anak karena mereka ini aset yang harus kita benar-benar peduli," demikian Emy.
Editor: Rusdianto