Tak terkecuali Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Tenggarong. Sudah menjadi tradisi setiap pelaksanaan salat tarawih berjamaah, Masjid Agung SAMS selalu melaksanakan satu malam satu juz dengan jumlah rakaat 20 dan ditambah 3 rakaat untuk salat witir. Namun untuk tarawih berjamaah di tahun ini, budaya ini akan dilakukan penyesuaian.
“Jadi ada penyesuaian sehubungan dengan aspirasi seluruh jemaah, ini saran Pak Bupati untuk menerima dari masyarakat bahwa sebagian jemaah itu minta salat itu tetap seperti budayanya selama ini 20 rakaat, namun tidak satu juz mereka minta ayat-ayat pendek,” kata Ketua Badan Pelaksana Masjid Agung SAMS, KH Muhammad Bisron kepada korankaltim.com, Senin (6/3/2023).
Bisron mengungkapkan untuk persiapan pelaksanaan taraweh tahun ini pengurus masjid agung mencoba memfasilitasi mengakomodasi semua usulan ini. Rencana awalnya akan dilakukan dua kali tarawih yaitu setelah salat isya 20 rakaat dengan witir 3 rakaat dan menggunakan ayat-ayat pendek, kemudian yang jam 9 itu baru tradisi 1 juz.
“Ini adalah menampung aspirasi satu juz satu malam dan menampung aspirasi jemaah yang tidak kuat berdiri lama, jadi kita akomodasi bersama-sama tapi hasil kesepakatan itu imamnya yang biasa melaksanakan satu juz kalau dilaksanakan jam 9 malam mereka kurang berkenan, karena kemungkinan juga jemaahnya sedikit akhirnya diputuskan mulai tahun ini salat tarawehnya itu tetap 20 rakaat dengan 3 witir tapi menggunakan ayat-ayat pendek,” ungkapnya.
Bisron yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kukar ini menilai semua usulan yang masuk ini bagus saja dan pada prinsipnya pengurus Masjid Agung SAMS ingin memfasilitasi semua aspirasi, semua keinginan jemaah, jadi diambil tetap 20 rakaat namun menggunakan ayat pendek.
“Khusus untuk tetap memenuhi baca quran yang banyak, ya sesudah salat tarawih itu kita tadarus dan bebas mau dua juz lima juz ya tidak masalah,” demikian Bisron.
Editor: Rusdianto