Terkait hal itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Kartanegara menyusun konsep pengaturan jalan mensiasati hal tersebut agar turap di tepian Sungai Mahakam tak selalu dipenuhi kendaraan terutama motor mengingat daerah itu berseberangan dengan lngkungan perkantoran termasuk gedung DPRD Kutai Kartanegara.
"Biasanya motor yang parkir di kawasan itu sampai ke badan jalan, karena itu kami sedang menyusun konsep untuk mengatasinya,” kata Kepala Dishub Kutai Kartanegara Ahmad Junaidi kepada Korankaltim.com Rabu (22/2/2023) sore.
Turap tepi Sungai Mahakam di Timbau memang biasanya dijadikan tempat berkumpulnya warga Kota Raja dan sekitarnya terutamanya kaum muda dalam menghabiskan waktu diakhir pekan. Namun, banyaknya kendaraan yang diparkir tentu berisiko menimbulkan kemacetan dan rawan kecelakaan.
"Konsep masih kami buat, selanjutnya kalau sudah selesai dibawa dalam forum lalu lintas yang terdiri dari berbagai dinas dan instasi terkait. Seperti kepolisian, BPBD, Dinas PU, Satpol PP dan yang lainnya. Setelah nanti disepakati, baru diajukan ke bupati," papar Junaidi lagi.
Konsep yang disusun hampir mirip dengan Car Free Day (CFD) yang dilaksanakan setiap hari Minggu pagi di Tenggarong. Hanya saja ruas jalan yang digunakan nanti tidak sepanjang ruas jalan untuk CFD.
"Ini nantinya mungkin bisa menjadi ikon baru di Tenggarong dan tentunya diharapkan bisa menambah PAD (Pendapatan Asli Daerah)," tutup Junaidi.
Editor: Aspian Nur