Namun dalam beberapa hari terakhir antrean tidak lagi terlihat karena Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Kartanegara menata puluhan truk dan mobil-mobil yang antre itu untuk dialihkan ke kawasan parkir Jam Bentong yang masih berada di sekitaran Timbau.
Kepala Seksi Pengelolaan Perparkiran Bidang Pengendalian Operasional Obaja Aleksander mengatakan petugas Dishub dikerahkan untuk mengatur antrean BBM solar ini.
“Kebetulan di kawasan parkir Jam Bentong tempat khusus parkir juga, tapi truk dan pick up di Perda dikenakan biaya lima ribu rupiah, kena retribusi dan disitu anggota Dinas Perhubungan yang membantu mengatur antrean,” kata Baja kepada korankaltim.com, Jumat (17/2/2023).
Upaya ini ternyata mendapat dukungan penuh dari petugas SPBU Timbau. “Alhamdulillah pihak SPBU juga mendukung banyak juga tanggapan positif dari supir-supir, juga tanggapan dari masyarakat merasa nyaman dan rapi tidak risih, supir juga merasa diperhatikan, aman,” ungkapnya.
Dari upaya ini hal serupa juga diharapkan SPBU lainnya yang ada di kawasan Tenggarong, yakni SPBU jalan Belida dan SPBU Tenggarong Seberang.
Kedua SPBU ini minta diaturkan sedemikian rupa agar antrean BBM rapi serta tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.
“Namun permasalahannya kami terbatas dengan jumlah petugas, enam orang petugas kami, pagi dari jam 8 sampai habis sesuai kapasitas minyak. Tapi pihak SPBU mengikuti arahan dari kami, kalau kami suruh tutup ya tutup. Tapi kembali ke anggota kami karena disana kerahkan agak banyak ya biasalah ngurusi supir ini susah-susah gampang,” tutup Baja.
Editor: Aspian Nur